Minggu, 08 Mei 2016 16:12 WIB

True Story

Idap Pica, Jenny Ngidam Batu Bata, Pasir, dan Tanah Selama Hamil

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: dailymail
Jakarta - Saat mengandung anak pertamanya Ryllee Connor pada tahun 2012 lalu, Jenny Mason bukan ngidam es krim, cokelat, atau makanan lain layaknya wanita hamil lain. Pica yang diidapnya membuat ia berselera melihat batu bata, semen, tanah, dan pasir.

Pica adalah kondisi di mana seseorang memiliki keinginan mengonsumsi sesuatu yang tidak lumrah dimakan dan tidak memiliki nilai gizi. Kondisi itu pula yang membuat Jenny diam-diam mengerik batu bata atau semen di tembok rumahnya. Kemudian, ia akan memakannya di dalam mangkok ketika suaminya, Stephen Connor, bekerja.

"Jika suami saya di rumah, saya akan memakan kerikan batu bata, pasir, atau tanah di kamar mandi. Saat saya mengunyah batu bata, Stephen biasanya bertanya saya sedang makan apa, tapi saya katakan ini bukan apa-apa," tutur Jenny, dikutip dari Daily Mail.

Karena dinding di rumahnya kerap bolong, Stephen juga beberapa kali harus menambalnya dengan adukan semen atau batu bata. Selama itu pula, Stephen tidak tahu bahwa sang istrilah yang sudah membolongi dinding rumahnya. Sementara, untuk memenuhi keinginan ngidam tanah, Jenny akan membeli tanah di tukang tanaman.

Baca jugaNgidam Aneh, Wanita Hamil Ingin Makan Hewan yang Mati Tertabrak

Jika ia ingin makan pasir, Jenny akan mengajak anjing peliharaannya ke pantai di dekat rumahnya. Pica yang dialami Jenny ia alami ketika usia kandungannya tiga bulan. Mulanya, Jenny melihat video pembuatan bangunan di TV dan begitu saja muncul rasa ingin mencicipi batu bata dan bahan bangunan lainnya.

Selama beberapa bulan Jenny berhasil menyembunyikan kebiasannya. Namun, suatu hari ia mengaku sakit gigi dan setelah cek ke dokter gigi, Jenny diminta periksa ke dokter kandungan. Saat itulah ia didiagnosis pica. Meski disarankan berkonsultasi dengan terapis, Jenny enggan melakukannya. Ia lantas mencari info tentang pica di internet dan saat mengetahui cukup banyak orang yang mengalami kondisi itu, Jenny merasa tidak sendirian.

"Saat itu saya merasa tidak sendiri. Tapi saya tetap takut terjadi apa-apa pada bayi saya sehingga setelah itu, saya hanya mengunyah pasir, adukan semen, dan sebagainya, tapi tidak menelannya," kata Jenny.

Beruntung, pica yang dialami Jenny hilang setelah tiga bulan Rylee lahir. Saat itu, Jenny hanya terbangun di pagi hari dan ia kembali normal, tak ada keinginan untuk mencomot sesendok pasir, batu bata, atau adukan semen. Meski kini sudah sembuh, Jenny masih takut jika ia kelak hamil lagi. Sebab, Jenny khawatir pica yang dialaminya kambuh.

Baca jugaSedang Hamil? Ketahuilah Fakta dan Mitos Seputar Ngidam

(rdn/vit)