Senin, 29 Mei 2017 06:58 WIB

Bayinya Diprediksi Lahir Cacat, Begini Cara Pasangan Ini Merespons

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: GoFund Me/Medical Bills for Baby Rogers
Jakarta - Calon bayi Brandi diprediksi lahir cacat saat usia kandungan wanita ini memasuki 20 pekan. Saat itu ditemukan cairan di dalam otak janin Brandi.

Dari pemeriksaan lebih lanjut, keduanya mendapati fakta pahit bahwa janin Brandi kelak akan lahir dalam keadaan mengalami anencephaly di mana otak dan tengkoraknya tidak tumbuh sempurna.

"Kami tidak terpikir kesana sama sekali, apalagi dua anak kami sebelumnya sehat-sehat saja," kata Brandi.

Pun dengan suaminya. Michael terguncang, terlebih ia belum pernah mendengar apa itu anencephaly. Tetapi Michael berupaya tegar dan berharap masih ada harapan hidup untuk calon bayinya, meski pada kenyataannya itu sia-sia.

Melihat janin mereka memiliki potensi kecacatan lahir seperti ini, keduanya pun ditawari untuk menjalani aborsi, sebelum semuanya terlambat.

Namun pasangan ini sepakat untuk tetap melanjutkan kehamilan. Keputusan luar biasa yang diambil keduanya kemudian adalah kelak bila bayi itu lahir, mereka akan menyumbangkan sebagian donor sang bayi untuk mereka yang membutuhkan ataupun untuk keperluan riset.

"Ini demi bayi kami. Ketika Anda sudah mendengar detak jantungnya kemudian Anda ditawari untuk menghentikannya, itu tentu sulit dilakukan," kata Brandi seperti dilaporkan ABC News.

Baca juga: Ginjal akan Didonorkan, Bayi yang Mati Otak Ini Tetap Ditaruh di Ventilator

Keputusan ini diakui Brandi juga terinspirasi dari kisah orang tua dengan anak anencephaly lainnya. Selepas menerima diagnosis janin mereka, Brandi dan Michael memutuskan untuk melakukan survei mandiri dan menemukan kisah pasangan Royce dan Keri Young di Oklahoma saat diwawancarai di stasiun TV nasional pada bulan Maret silam.

Bayi mereka juga mengalami anencephaly, kemudian mereka memutuskan untuk meneruskan kehamilan agar bisa melakukan donor organ dan berharap bisa menyelamatkan banyak orang.

"Kami ingin seperti mereka. Walaupun nantinya ia tidak akan lama bersama kami, toh kami tetap akan menganggapnya anak ketiga kami dan mencintainya sepenuh hati," tekad Brandi.

Wanita berusia 25 tahun itu juga berharap keputusannya akan mengubah pandangan orang tentang ibu-ibu yang mengalami keguguran atau bayinya lahir mati. Topik semacam ini masih sering dihindari atau dianggap tabu, padahal membicarakan hal ini bisa saja membantu ibu menghadapi kepahitan yang melanda mereka.

"Saya memang tak ingin dia dilupakan, karena ia hanya tidak bisa bertahan hidup. Bahkan saya berencana mendirikan sebuah organisasi dengan namanya sebagai bentuk dedikasi," imbuh Michael.

Bayinya Diprediksi Lahir Cacat, Begini Cara Pasangan ini MeresponsFoto: GoFund Me/Medical Bills for Baby Rogers


Pasangan yang tinggal di Effingham, South Carolina itu juga berharap kisah mereka bisa menyemangati orang tua lain yang mengalami kemalangan serupa dengan mereka.

Calon janin Brandi dan Michael sendiri diprediksi berjenis kelamin perempuan dan telah diberi nama, yaitu Emersyn.

Jelang kelahiran Emersyn, Brandi dan Michael juga menggelar 5K Run/Walk untuk menghormati putri mereka sembari menggalang dana. Dana yang terkumpul akan dipergunakan sebagai biaya pemakaman Emersyn dan menutup seluruh pengeluaran medis yang dibutuhkan. Sisanya akan disumbangkan ke Anencephaly Hope, kelompok pendukung untuk keluarga dengan bayi anencephaly.

Baca juga: Ingin Donor Organ? Keluarga Wajib Setuju (lll/up)