Selasa, 04 Jul 2017 19:05 WIB

True Story

Alergi Sinar Matahari, Pria Ini Sebut Dirinya Seperti Vampir

Firdaus Anwar - detikHealth
Sam mengaku bahwa dirinya mudah terbakar di bawah sinar matahari. Oleh sebab itu ia dijuluki vampir. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Sam Phelps (27) dari Bristol, Inggris, memiliki kondisi yang membuatnya tidak bisa sembarangan keluar rumah. Di hari yang cerah Sam harus mengenakan pakaian pelindung lengkap agar kulitnya tidak terbakar di bawah sinar matahari seperti layaknya tokoh fiksional vampir.

Apa yang terjadi pada Sam adalah ia merupakan salah satu penyandang alergi sinar matahari langka bernama erythropoietic protoporphyria (EPP). Ketika tubuh Sam terkena matahari maka kulitnya akan cepat terbakar dan membengkak.

"Saya seperti vampir. Teman-teman saya mengejek saya dengan sebutan itu karena mereka tahu saya sulit ke luar ruangan. Tapi dengan panggilan itu mempermudah juga orang-orang mengenali kondisi saya, kenapa saya tak bisa terkena matahari," ungkap Sam seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (4/7/2017).

Baca juga: Alergi Langka, Sinar Matahari Bisa Bikin Kulit Bocah Ini Terbakar

Menurut British Skin Foundation EPP sendiri terjadi ketika tubuh mengalami gangguan memproduksi senyawa kimia bernama porphyrins akibat ada mutasi genetik. Dampaknya senyawa tersebut akan menumpuk dan meningkatkan sensitivitas seseorang terhadap sinar matahari.

Hanya dalam hitungan menit seorang penyandang EPP dapat merasa sensasi yang dimulai dari rasa gatal kemudian terus berkembang menjadi rasa perih seperti terbakar. Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan EPP sehingga terapi yang diberikan hanya untuk mengurangi efek buruk dari sinar matahari.

Nah pada kasus Sam ia memilih untuk mengenakan pakaian lengkap mulai dari sarung tangan, jas hujan, sepatu bot, hingga kain topeng penutup wajah sebelum ke luar rumah. Sam juga mengaku rutin mengonsumsi obat pereda rasa sakit.

"Kalau tidak begini rasanya seperti seseorang menyalakan korek di dekat saya, panas terbakar. Saya harus menjaga diri tetap dingin dan secara konstan minum obat pereda rasa nyeri," kata Sam.

Meski tidak bisa sembuh Sam mengaku tetap optimis dengan hidupnya. Ia tetap bisa pergi jalan-jalan dengan orang kesayangan namun memang sering dianggap aneh oleh orang lain. Sam mengaku pandangan miring tentangnya tidak terlalu dibuat pikiran.

Baca juga: Idap Alergi Sinar Matahari, Kulit Wanita Ini 'Meleleh' Tiap Keluar Rumah (fds/up)