Senin, 16 Jul 2018 11:35 WIB

True Story

Cerita Fotografer yang Tak Menyerah Meski Mengidap Kanker Nasofaring

Christantio Utama - detikHealth
Kanker memang menjadi ancaman bagi kita semua, tapi bukan berarti tidak bisa disembuhkan. Harling pun menceritakan pengalamannya. Foto: Tio/detikHealth Kanker memang menjadi ancaman bagi kita semua, tapi bukan berarti tidak bisa disembuhkan. Harling pun menceritakan pengalamannya. Foto: Tio/detikHealth
Jakarta - Penyakit kanker sudah terkenal di kalangan masyarakat Indonesia sebagai salah satu penyakit yang paling mematikan selain penyakit jantung, stroke dan diabetes. Namun, tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan di dunia ini. Selama kita percaya bahwa kita bisa sembuh, maka kemungkinan untuk sehat kembali masih terbuka.

Harling seorang pria berumur 53 tahun merupakan salah satu contoh sosok yang berhasil melawan kanker nasofaring. Kanker nasofaring sendiri adalah kanker yang berada di area tengah kepala atau tepatnya di belakang hidung.



Pria yang berprofesi sebagai fotografer tersebut berbagi cerita kepada tim redaksi detikHealth ketika menghadiri acara seminar Cancer Information and Support Center di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2018).

"Saya terdiagnosis terkena kanker nasofaring pada November tahun 2005. Awalnya saya merasa di bagian dagu terdapat benjolan, lalu saya pergi ke dokter THT dan diberi obat antibiotik selama satu minggu. Tapi ternyata dalam waktu satu minggu benjolan tidak mengecil. Selanjutnya tindakan yang dilakukan adalah biopsi atau mengambil jaringan di tenggorokan dan terdeteksi bahwa mengidap kanker nasofaring stadium 2A," tuturnya baru-baru ini.

Setelah terdiagnosis, Harling selanjutnya menanyakan penanganan apa yang bisa dilakukan. Pada awalnya ia menginginkan operasi karena efeknya yang lebih pendek dari sinar, tetapi dokter mengatakan harus dilakukan penanganan dengan sinar radiasi.

Beberapa tahun sebelumnya, saudara kandung dari Harling juga sempat mengidap penyakit yang sama yakni kanker nasofaring.



"5 Tahun sebelumnya, kakak saya juga mengidap penyakit yang sama yakni kanker nasofaring. Tetapi kanker yang terdiagnosis sudah mencapai stadium 2B. Lalu penanganan yang dilakukan menggunakan sinar dan efeknya seperti air liur di mulut kering, susah makan, susah minum dan pendarahan di mulut. Sebetulnya itu alasan kenapa saya tidak mau menggunakan sinar," katanya lagi.

Berkonsultasi dengan beberapa dokter, akhirnya Harling memulai serangkaian terapi guna mengobati kanker nasofaring yang dialaminya.

"Setelah bertemu dengan dokter, diberikan dosis sinar sebanyak 35 kali dari hari Senin sampai dengan Jumat lalu Sabtu dan Minggu istirahat. Serta melakukan namanya kemosensitif namanya, dosisnya tidak terlalu tinggi hanya 40 miligram, fungsinya agar sel kanker ini lebih sensitif terhadap sinar yang diberikan," ucapnya.

Terapi ini memakan waktu selama 4 bulan, kanker nasofaring yang bersarang di Harling berangsur-angsur membaik. Dan sampai sekarang masih kontrol ke doter untuk pemeriksaan rutin.

Harling mengaku bahwa dirinya dari awal tidak merasa down karena mengidap penyakit kanker, dirinya merasa percaya bahwa kanker itu bisa disembuhkan asal ada kemauan dari diri kita sendiri dan cepat untuk ditangani sebelum terlambat.

"Tidak ada, saya tidak ada perasaan itu, kakak saya yang stadium 2B saja bisa sembuh. Saya yakin Tuhan akan menyembuhkan. Penyakit apapun pasti bisa sembuh asal ada kemauan dari diri kita," katanya dengan tegas.

"Dukungan doa dari keluarga, saudara serta teman turut membantu saya dalam melawan penyakit ini."

Menurut Harling, jika kita mengalami gejala-gejala penyakit yang tidak kunjung sembuh, sebaiknya sesegera mungkin kita cek ke dokter sebab semakin cepat kanker terdiagnosis semakin besar juga kemungkinan untuk sembuh.

"Yang pertama, kalau ada keanehan di tubuh kita jangan diabaikan apalagi jika sudah berkala segera cek ke dokter. Kedua, pergi ke dokter yang tepat, jangan pergi ke pengobatan alternatif. Banyak kasus yang sudah terlambat untuk ditangani karena ke pengobatan alternatif terlebih dahulu. Dan yang terakhir adalah selalu bersyukur, jangan menyalahkan keadaan jika kita mengidap kanker. Intinya adalah berdoa dan berusaha," tandasnya.

(mrs/mrs)
News Feed