Sabtu, 28 Jul 2018 16:20 WIB

True Story

Banyak Hoax Jadi Motivasi Grace Melia Gigih Kampanyekan Vaksin Rubella

Annisa Widya Davita - detikHealth
Foto: Annisa Widya Davita/detikHealth Foto: Annisa Widya Davita/detikHealth
Jakarta - Perkara vaksinasi yang kini sedang santer di kalangan masyarakat menimbulkan banyak kabar burung alias hoax. Seperti misalnya vaksin berdampak negatif pada anak-anak.

Tidak hanya itu, kebingungan masyarakat mengenai halal-haramnya vaksin, membuat mereka enggan untuk melakukan vaksinasi.

Hal inilah yang mendorong Grace Melia, seorang wanita dengan anak berkebutuhan khusus mendirikan Komunitas Rumah Rubella di Jakarta dan Yogyakarta. Tujuannya guna meningkatkan melek pengetahuan masyarakat, betapa pentingnya vaksin MR (Measles dan Rubella).

"Sejauh ini perkembangannya cukup efektif namun harus mengulang sosialisasi mengenai vaksin MR. Tahun 2017 Daerah DKI jakarta sendiri diperpanjang hingga Oktober, padahal harusnya Agustus dan September saja," ungkapnya saat ditemui detikHealth di kawasan Jakarta Selatan, baru-baru ini.


Vaksin MR, merupakan salah satu cara untuk menurunkan angka pengidap campak Jerman atau Rubella. Penyakit ini merupakan infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah berbentuk bintik-bintik pada kulit disertai dengan demam tinggi.

Jika kondisi ini terjadi pada ibu hamil, efek yang terjadi adalah adanya kemungkinan kematian janin atau cacat bawaan alias Congenital Rubella Syndrome.

Grace, sapaannya, menyebut memang sulit untuk terus mengampanyekan di tengah-tengah merebaknya hoax. Namun ia tetap gigih untuk mengadvokasikan dengan mengajak tokoh-tokoh agama sebagai pendekatan ke masyarakat.

Bahkan upayanya ini juga didukung oleh Kementerian Kesehatan RI dengan program vaksin MR pada Agustus 2018 mendatang. "Lakukanlah imunisasi MR, jangan mudah termakan berita hoax," tutupnya.

(frp/up)