Kamis, 20 Sep 2018 16:09 WIB

True Story

4 Pengidap HIV yang Akan Berlari Puluhan Km di Jakarta Marathon

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Halaman 2 dari 5
1 Tesa, 42 Km (Full Marathon)
Foto: Frieda Isyana Putri Foto: Frieda Isyana Putri

Pernah terdiagnosis AIDS stadium 3 pada 2007 memang mengubah hidup Tri Eklas Tesa Sampurno atau Tesa. Namun, tak menyurutkan niatnya menjadi pelari full marathon sejauh 42 km di Electric Jakarta Marathon 2018 nanti.

Olahraga bukanlah hal yang baru baginya. Tesa pernah berpartisipasi dalam kejuaraan Homeless World Cup 2011 di Prancis dan pernah sekali berpartisipasi dalam marathon sejauh 21 km. Boxing menjadi olahraga favorit lainnya yang ia lakukan.

"Basically saya suka semua olahraga yang berbentuk permainan. Sebisa mungkin saya melakukan olahraga, apapun bentuknya," terang pria berusia 34 tahun ini kepada detikHealth.

NAPZA suntik yang ia gunakan sejak duduk di kelas 3 SMP lah yang menularkan penyakit tersebut. Akibatnya, ia harus rela keluar kuliah yang telah ia jalani selama 4 semester demi menjalani pengobatan dan perawatan.

"Banyak orang yang bilang kalau ODHA itu tinggal kulit, tulang, sama kentut. Kehidupan saya nggak ada yang berubah, cuma harus minum obat aja. Orang HIV itu tidak sesedih yang orang-orang bayangkan," tuturnya.

Misi amal yang dibawa Tesa dalam marathon nanti adalah penggalangan dana untuk organisasi Rumah Cemara dalam rangka partisipasi tim sepakbola Indonesia dalam Homeless World Cup 2018 di Meksiko. Penggalangan dana ini dilaksanakan lewat link kitabisa.com/sayaberani2018.

"Umur kita nggak ada yang tahu, saya cuma pengen jadi lebih baik ke depannya. Ya inilah pembuktian saya, ditanya ya harus yakin lah. Yang membunuh seseorang itu kan ketakutan itu sendiri," tandasnya.

(frp/up)