Rabu, 06 Feb 2019 13:50 WIB

Dikira Mabuk, Wanita Ini Sempoyongan di Jalan karena Penyakit Langka

Widiya Wiyanti - detikHealth
Penyakit vertigo bisa menjadi tanda kemunculan penyakit langka. (Foto: iStock) Penyakit vertigo bisa menjadi tanda kemunculan penyakit langka. (Foto: iStock)
Jakarta - Kisah tragis dialami seorang wanita asal Inggris di angkutan cepat London Underground. Kelly Boyson (31) mengalami vertigo ekstrem dan membuatnya jatuh seperti orang pingsan.

Kala itu adalah jam sibuk yang membuat orang-orang di sekitarnya tidak menggubris Kelly bahkan tidak ada yang memberikan bantuan.

"Jika kamu tidak dapat melihat penyakit atau cacat, kebanyakan orang tidak percaya kalau saya sakit," katanya dikutip dari Daily Mail.

"Saya tampak mabuk. Pada akhirnya, seorang petugas polisi transportasi membawa saya ke rumah sakit dengan taksi," lanjutnya.

Ternyata ini bukan kali pertama, Kelly sering mengalami serangan vertigo seperti ini. Bahkan saat di sebuah klub, temannya harus memohon pada penjaga yang mengiranya sedang mabuk untuk membantu membawanya ke rumah sakit.

Ia sering kali mengalami serangan vertigo itu hingga empat kali dalam seminggu. Kelly pun tidak diizinkan berpergian sendiri karena serangan vertigo itu bisa terjadi di mana saja.



Pada awalnya, Kelly menganggap itu karena kondisi tubuh yang belum makan dan tidak terlalu mempedulikannya. Namun serangan vertigo diikuti dengan infeksi telinga. Ia pun mengunjungi dokter dan didiagnosis labirinitis atau radang telinga.

"Saya pergi ke dokter umum dan dia mengatakan saya menderita labirinitis dan memberi saya beberapa tablet betahistin. Masalahnya adalah, itu tidak berhenti. Saya kembali menemui dokter sampai tujuh kali lagi," ungkap Kelly.

Beberapa bulan kemudian, dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) yang telah memeriksa kondisi Kelly mengatakan bahwa ia mengidap Meniere pada tahun 2015.

Kondisi tersebut adalah penyakit yang cukup langka hanya memengaruhi antara satu dari 1.000-2.000 populasi. Sekitar 615.000 orang Amerika saat ini didiagnosis mengidap penyakit Meniere, menurut The National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD).

Penyakit Meniere yang pertama kali dijelaskan oleh Prosper Meniere, seorang dokter Prancis, tidak diketahui penyebabnya dan diduga disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti cedera kepala, riwayat keluarga dan gangguan sistem kekebalan tubuh.



"Awalnya saya minum tablet betahistin dan kemudian lebih dari enam minggu saya harus mendapat tiga suntikan steroid melalui gendang telinga saya, tetapi mereka tidak membantu," tutur Kelly.

"Sekarang saya memiliki grommet (sebuah tabung yang ditanam dengan operasi di gendang telinga untuk mengalirkan cairan) di telinga saya. Mereka bertahan sekitar satu tahun," imbuhnya.

Kondisi ini mengubah kehidupan Kelly 180 derajat. Ia butuh waktu sekitar dua tahun untuk membiasakan diriya dengan cara hidup seperti itu. (wdw/kna)
News Feed