Jumat, 28 Jun 2019 15:00 WIB

Kisah Pilu Wanita dengan Parkinson, Sempat Depresi hingga Nyaris Bunuh Diri

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pengidap parkinson Meritha Yumasari (kiri) dan putrinya (Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth) Pengidap parkinson Meritha Yumasari (kiri) dan putrinya (Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth)
Jakarta - Meritha Yumasari tak pernah menyangka akan mengalami satu titik yang mengubah seluruh hidupnya. Tentu tidak ada yang menyangka ia akan terkena satu penyakit yang bisa membahayakan nyawanya.

"Gejala parkinson saya alami setelah jatuh di kamar mandi. Saat itu kena benturan di kepala," tutur wanita berusia 48 tahun ini saat dijumpai di RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (28/6/2019).

Ritha, sapaannya, menceritakan ia jatuh di kamar mandi sekitar pukul 2 pagi. Kemudian dia pingsan dan terbangun lalu mengalami sakit kepala yang hebat sampai tidak bisa berdiri.

"Saya merangkak keluar karena jam segitu orang masih pada tidur semua," tambahnnya.



Pada tahun pertama, gejala parkinson yang ia alami adalah tremor dan kaku. Hingga tahun kelima, dia sudah tidak bisa melakukan aktivitas apapun hingga merasa depresi berat

"Depresi berat sampai dirawat 1 bulan. Sudah merasa tidak berguna sama sekali pada saat itu," tambahnya.

Ritha beruntung memiliki keluarga yang sangat mendukungnya dalam suka dan duka. Anak dan suami yang tak tega melihatnya terus sakit akhirnya memberikan saran agar ia menjalani operasi.

"Penyembuhannya pakai DBS (Deep Brain Stimulation). Setelah melakukan operasi saya seperti terlahir kembali," kenangnya.



Dengan mata berkaca-kaca, ia menuturkan sebelum operasi ia benar-benar tidak bisa melakukan aktivitas apapun. Badannya yang kaku membuatnya harus selalu bergantung pada orang lain yang membuatnya sangat terpuruk hingga terpikir untuk mengakhiri hidup.

"Sebelum jatuh saya orangnya gesit. Senang kemana-mana. Setelah itu menjauhkan diri dari lingkungan dan tidak mau keluar rumah," kenangnya.

"Sesudah operasi Alhamdulillah saya seperti terlahir kembali. 5 hari setelah operasi tangan saya sudah bisa gerak. Sebelumnya pakai kursi roda setelahnya nggak kepake lagi," sambungnya.

Spesialis saraf dari RS Siloam Kebon Jeruk, dr Frandy Susatia, SpS sebagai dokter yang menangani Ritha mengingatkan agar tidak mengaitkan jatuh di kamar mandi sebagai alasan utama penyebab parkinson. Sebab sampai saat ini penyebab utama masih belum diketahui.

"Kita tidak bisa mengatakan karena jatuhnya itu yang menyebabkan parkinson, itu multifaktor. bisa saja sebelumnya sudah ada gejala tapi tidak sadar," pungkasnya.



Simak Video "Kenali Gejala Depresi yang Dialami Sulli dan Taeyeon SNSD"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)