Sabtu, 10 Agu 2019 12:34 WIB

Berniat Obati Migrain Parah Tanpa ke Dokter, Wanita Ini Malah Meninggal

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Mengobati diri sendiri ternyata nggak gampang (Foto: thinkstock) Mengobati diri sendiri ternyata nggak gampang (Foto: thinkstock)
Jakarta - Mungkin di antara kita merasa saat sakit yang tak begitu parah, mengobati diri sendiri bukan jadi masalah. Seperti dialami oleh seorang wanita di Thailand ini.

Ia sering mengalami migrain parah dan nyeri haid sejak tahun lalu, namun ia memutuskan untuk tidak memeriksakan diri ke dokter dan membeli obat untuk mengobati dirinya sendiri. Sayangnya, hal tersebut malah merenggut nyawa wanita berusia 25 tahun ini.

Kisah wanita yang disebut bernama Chudapa Pornngam ini diunggah di Facebook oleh kakaknya. Kemudian pada 2 Agustus lalu, ia merasakan gejala yang berbeda.

"Dia merasa sakit kepala, nyeri di sekujur tubuh dan rasa kencang di area dada, ia juga sering muntah sampai pingsan," tulis sang adik, seperti dikutip dari Thairath.

Akibatnya ia segera dilarikan ke rumah sakit dan ditemukan tekanan darahnya sangat rendah. Dokter mengatakan kemungkinan besar disebabkan oleh obat-obatan yang dikonsumsinya.



Ia dijadwalkan untuk berjumpa dokter saraf pada 9 Agustus, dan saat kondisinya membaik, ia diperbolehkan pulang. Namun pada tengah malam di hari yang sama, Chudapa tak bisa tidur karena merasa sangat pusing dan terus-terusan muntah, ia kembali meminum obatnya.

Keesokan harinya, sakit kepalanya tak hilang. Dan ia akhirnya kembali masuk rumah sakit dan diberikan obat oleh dokter. Walau kondisinya membuat ia kerap muntah, ia masih bisa berbicara dengan dokter.

Nahas bagi Chudapa, tak lama kemudian ia dibawa ke ruang gawat darurat. Denyut jantungnya melemah dan tim dokter juga sudah mencoba resusitasi hingga 3 kali namun tetap tidak berhasil. Chudapa akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Dokter menyebutkan alasan kematiannya bisa jadi serangan jantung atau obat-obatan yang ia konsumsi selama setahun. Ia menyebut obat tersebut terlalu kuat hingga tubuhnya tak sanggup menerima, mengakibatkan syok dan membuatnya meninggal.

Pihak keluarga telah mengklarifikasi bahwa tak ada riwayat penyakit jantung di keluarganya. Chudapa meninggalkan dua orang anak, dan sang kakak telah memutuskan untuk menghapus unggahan di Facebook tersebut.



Simak Video "Hati-hati! Obat Penyakit Diabetes Paling Banyak yang Dipalsukan"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)
News Feed