Senin, 09 Sep 2019 22:24 WIB

Deg-degan Disangka Kebanyakan Kopi, Tak Tahunya Gangguan Jantung Langka

Rosmha Widiyani - detikHealth
Kafein dalam kopi memang memicu jantung berdebar-debar (Foto: Thinkstock) Kafein dalam kopi memang memicu jantung berdebar-debar (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Seorang wanita Arlene Leitch tak menyangka, rasa berdebar yang sering dialaminya adalah penyakit langka. Awalnya, Leitch yang berusia 32 tahun didiagnosa sering deg-degan karena rasa gelisah atau minum kopi terlalu banyak.

Anggapan berubah saat wanita asal Port Glasgow, Skotlandia tersebut mengalami henti jantung saat tidur. Menurut Arlene dirinya selamat karena suaminya bertindak cepat dengan mengirimnya ke rumah sakit.

"Saya berusia 20 tahunan ketika rasa deg-degan mulai terjadi makin sering. Saya panik karena debarannya terasa keras dan tidak teratur. Jantung saya rasanya mengempis dan mengembang dengan sangat cepat seperti mengejar sesuatu. Saya tidak bisa bernapas dengan baik dan mata seperti berair," kata Arlene dikutip dari BBC.



Setelah dibawa ke Inverclyde Royal Hospital, Arlene tahu dirinya mengalami Arrhythmogenic right ventricular cardiomyopathy (ARVC). Kondisi langka ini mengakibatkan irama jantung tidak teratur, yang bisa mengakibatkan pasiennya meninggal tiba-tiba.

Ibu dari Arlene, Jackie Dunn, bersyukur puterinya bisa selamat. Jackie terus menemani puterinya saat dalam kondisi tidak sadar hingga kembali membuka matanya. Jackie berharap Arlene segera sehat dan tak perlu lagi mengalami kondisi serupa.



Dikutip dari British Heart Foundation (BHF), ARVC diakibatkan mutasi pada satu atau beberapa gen yang bisa diwariskan dalam keluarga. Kemungkinan mengalami ARVC bervariasi, karena gen dan mutasi bisa saja terjadi namun tak sampai mengganggu kerja jantung.

ARVC mempengaruhi sel pada otot jantung yang biasanya dibentuk dari susunan protein. Senyawa tidak berkembang sempurna sehingga otot jantung rentan cedera. Sel otot yang rusak diganti lemak untuk memperbaiki bagian yang cedera.

Perubahan penyusun otot dari protein menjadi lemak menyebabkan dinding pada ruang jantung tipis dan mudah tertarik. Akibatnya, jantung tidak bisa bekerja maksimal memompa darah ke seluruh tubuh. ARVC biasanya mempengaruhi bagian kanan, meski bisa saja seluruh jantung.

Kondisi ARVC tidak bisa disembuhkan, namun bisa diatasi dengan kontrol teratur. Dokter biasanya meresepkan obat, cardioversion, atau catheter ablation untuk memperbaiki irama jantung. Dengan terapi ini pasien dengan ARVC diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidupnya.



Simak Video "Cara Murah dan Mudah Hindari Penyakit Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)