Minggu, 15 Sep 2019 08:24 WIB

Kesalahan Saat Operasi Buat Gadis 17 Tahun Kehilangan Ibu Jarinya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi operasi. Foto: thinkstock Ilustrasi operasi. Foto: thinkstock
Jakarta - Impian Britney Thomas, 17, untuk menjadi pemain kriket profesional harus kandas di tengah jalan. Ini disebabkan karena kesalahan yang terjadi saat menjalani operasi ibu jarinya (jempol) yang patah karena bermain kriket di Hong Kong.

Gadis asal Gippsland, Victoria ini dirujuk ke ahli bedah ortopedi lokal di Rumah Sakit Regional Latrobe untuk menjalani operasi dan pemasangan plester di jempolnya. Namun, pada malam harinya, Britney merasakan rasa sakit yang amat sangat pada ibu jari selama lima hari.

"Ini adalah rasa sakit terburuk yang pernah ku alami," kata Britney dikutip dari ABCnet.

Melihat keadaannya, ibunya, Leanne Keating, mengantar Britney ke klinik dokter umum setempat untuk memeriksa apa yang terjadi. Saat plester dibuka, mereka sangat terkejut melihat adanya tourniquet yang tertinggal. Tourniquet merupakan alat untuk memotong aliran darah ke jempol saat operasi berlangsung.

"Benda itu warnanya hitam gelap, terlihat seperti kulit mati yang menjijikan," jelas Keating.


Tom Ballantyne, selaku pengacara dari Britney mengatakan kasus ini merupakan kesalahan yang fatal, karena dapat membahayakan keselamatan seseorang.

"Membiarkan adanya tourniquet yang menahan aliran darah ke jempolnya, dia akan mati. Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika hal ini tidak segera di atasi," tuturnya.

Lalu Britney dibawa ke unit gawat darurat Rumah Sakit Regional Latrobe. Proses penanganan jempolnya berlangsung cukup lama dan menggunakan berbagai cara. Awalnya menggunakan lintah untuk membantu mengalirkan darah yang ada di bagian tersebut. Kemudian, jempolnya dijahit pada selangkangannya selama enam minggu untuk membuat saraf dan arteri kembali bekerja. Namun hasilnya nihil.

Akhirnya, jempol Britney harus diamputasi dan digantikan dengan ibu jari kakinya. Sementara ibu jari kakinya dibentuk baru dengan tulang dari pinggulnya hingga ia tidak bisa menekuk keduanya. Hal ini berdampak pada keseharian yang dijalani Britney dengan kondisi jempol barunya.

Kepala eksekutif Rumah Sakit Regional Latrobe, Peter Craighead meminta maaf kepada Britney dan keluarganya. Ia mengakui bahwa stafnya melakukan kesalahan yang sangat fatal dalam proses operasi tersebut. Ia juga mengakui kejadian ini lepas dari pengawasan dan berjanji akan memastikan hal seperti ini tidak akan terulang kembali.

"Kami pikir prosedur dapat memastikan bahwa semua berjalan secara efektif, tapi ternyata salah. Kami telah membuat kesalahan yang sangat fatal. Tapi kami berjanji, akan memastikan hal seperti ini tidak akan terulang lagi kedepannya," ujar Craighead.



Simak Video "Kenali Cara Operasi Bibir Sumbing"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/wdw)