Senin, 23 Sep 2019 07:31 WIB

Round Up

Kisah Inspiratif Barista Penyandang Disabilitas di Bekasi

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Kedai kopi difabel di Bekasi. Foto: Rachman Haryanto/detikHealth Kedai kopi difabel di Bekasi. Foto: Rachman Haryanto/detikHealth
Jakarta - Kedai Kopi Demi Anak sempat ramai dibicarakan warganet. Pasalnya, kedai yang berlokasi di Bekasi ini baru merekrut barista seorang disabilitas, Chairul Ichwan.

Ichwan adalah pengguna kaki palsu yang biasa bekerja sebagai juru parkir dan petugas keamanan di Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Bekasi. Keputusan sang pemilik kedai kopi Cokisela Christian Tobing atau Coki merekrut pekerja disabilitas rupanya disambut dengan 'nyinyir' oleh beberapa orang. Dia dianggap hanya mencari sensasi atau 'marketing gimmick'.

"Kita bukan cari keuntungan dari teman-teman difabel. Toh juga hasil dari kopi ini, kenapa namanya Kopi Demi Anak, hasil dari kopi ini untuk bantu anak-anak yang enggak mampu beli alat-alat yang jutaan. Jadi kalau dibilang mau memperkaya diri dengan cara meng-hire teman-teman difabel itu jelas enggak tepat," tegas Coki saat ditemui detikcom Kamis (19/9) lalu.



Ichwan, barista penyandang disabilitas yang sangat menginspirasiIchwan, barista penyandang disabilitas yang sangat menginspirasi Foto: Rachman Haryanto/detikHealth


Sosok Ichwan adalah pekerja keras. Sebelum peristiwa kecelakaan yang merenggut kaki kirinya pada 2005 silam, Ichwan bekerja di perusahaan otomotif. Kini dia juga sedang membuka usaha beternak ikan cupang di rumah.

Pria yang juga mantan atlet tenis meja ini pernah menjuarai beragam kompetisi tenis meja untuk disabilitas, namun kemudian berhenti karena tak ada tunjangan lagi. Dia sangat tidak setuju kalau teman-teman disabilitas hanya hidup bermodalkan belas kasihan orang. Ichwan berharap ada semakin banyak perusahaan dan lembaga pemerintah yang membuka jalan kerja bagi teman disabilitas.

"Saya akan kasih tahu bagaimana caranya. Ayo kita ngobrol bareng Bang Coki bagaimana, siapa tahu ada pekerjaan yang lain atau gimana. Karena enggak semua teman-teman punya sifat malas," imbuh Ichwan.

(up/up)