Sabtu, 03 Apr 2021 17:18 WIB

Wanita Ini Kedatangan Janin 'Susulan' Saat Sudah Hamil 12 Minggu, Kok Bisa?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pregnant woman with her husband holding ultrasound scan and blue and red post its with words boy or girl Seorang wanita diketahui hamil 'bayi 'susulan' dalam keadaan sedang mengandung 12 minggu. Foto: iStock
Jakarta -

Rebecca Roberts, wanita asal Inggris berusia 39 tahun ketahuan hamil lagi dalam keadaan sudah hamil 12 minggu. Ia mengandung anak kembar yang datang 'susulan'. Kok bisa?

Normalnya pada tubuh wanita hamil, terjadi proses biologis yang mencegah kehamilan bersamaan. Antara lain, dengan hormon penyetop ovulasi.

Namun pada kasus yang amat jarang, wanita hamil terus berovulasi dan sel telur dibuahi sperma. Pembuahan 'susulan' ini disebut "Superfetasi".

"Awalnya saya berpikir, bagaimana bisa saya terlewat mendeteksi adanya si kembaran? Namun setelah diteliti, ini bukan kesalahan saya, tetapi kehamilan yang luar biasa," ujar dokter spesialis OBGYN di Royal United Hospital di Bath, dr David Walker, dikutip dari Live Science, Sabtu (3/4/2021).

Sebelumnya, Rebecca menjalani pengobatan untuk bisa mendapat momongan selama beberapa tahun terakhir. Harapannya terkabul dengan kehamilan luar biasa. Diprediksi, kedua bayi dalam kandungannya bersela umur 3 minggu.

Sayangnya dr Walker memprediksi, sang adik yang diberi nama Rosalie tak bisa bertahan hidup lama dalam kandungan. Pasalnya saat Roberts hamil 33 minggu, pertumbuhan Rosalie berhenti akibat masalah pada tali pusar.

Namun setelah perjuangan panjang, Rosalie dan sang Kakak, Noah akhirnya berhasil dilahirkan ke dunia. Noah sempat menjalani perawatan intensif selama 3 minggu, sementara Rosalie 95 hari.

Kabar baiknya, kini kedua bayi sudah pulih dan hidup sehat.

"Anak kembar selalu memiliki ikatan yang luar biasa. Tetapi dengan cerita di antara mereka berdua (si kembar) ketika mereka cukup dewasa untuk memahaminya kelak, mereka akan merasa amat istimewa," ujar Roberts.

Kebanyakan kasus superfetasi tidak terprediksi karena usia kedua janin terlalu berdekatan. Walhasil tidak terlihat perbedaan fisik yang signifikan dan dianggap sebagai kembar biasa.

Dari kasus-kasus superfetasi yang sudah ada, umumnya dialami oleh wanita yang sempat menjalani bantuan reproduksi seperti In Vitro Fertilization (IVF) alias metode bayi tabung.



Simak Video "Syarat Vaksinasi COVID-19 untuk Ibu Hamil"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)