Senin, 21 Jun 2021 20:59 WIB

Menolak Vaksin, Pria Ini Harus Transplantasi Paru Gara-gara COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
jarum suntik dan ampul obat Foto: thinkstock
Jakarta -

Seorang pria asal Texas sebelumnya menolak untuk divaksinasi COVID-19 pada Januari 2021 lalu. Ia menolaknya karena percaya bahwa dirinya bisa kebal dari COVID-19, tanpa harus divaksinasi.

Namun, Namun, pria yang diketahui bernama Joshua Garza itu harus dirawat di rumah sakit selama berbulan-bulan karena terpapar COVID-19 pada 2 Februari lalu, dan kini sudah sembuh. Garza pun menceritakan pengalamannya saat terpapar virus mematikan itu.

Saat di perjalanan dari rumahnya menuju Rumah Sakit Houston Methodist saat dirinya terinfeksi COVID-19, ia pingsan. Garza langsung ditempatkan di ruangan dengan bantuan mesin oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO), yang membantunya untuk bernapas.

Saat itu kondisinya semakin memburuk dengan cepat. Virus Corona menyerang paru-parunya dan membuatnya rusak, sehingga mengharuskannya mendapat donor paru-paru untuk bertahan hidup.

"COVID-19 akhirnya menyerang paru-paru saya. Itu (virus Corona) merusaknya dengan begitu cepat. Dalam waktu tiga minggu, paru-paru saya sudah rusak," jelas Garza yang dikutip dari Daily Mail, Senin (21/6/2021).

Hingga pada 13 April 2021, Garza menerima transplantasi paru-paru ganda dari rumah sakit. Pasca operasi, ia harus menghabiskan waktunya selama dua bulan di rumah sakit untuk pemulihan, hingga diperbolehkan pulang pada 27 Mei 2021.

Setelah mengalami pengalaman yang menyeramkan itu, Garza menyesal telah menolak untuk divaksinasi Januari lalu. Ia tidak menyangka akan menderita komplikasi akibat virus Corona tersebut.

"Jika saya tahu apa yang saya alami sekarang, saya pasti akan menjalani vaksinasi," kata Garza. Ia juga mendorong semua orang yang berkesempatan mendapat vaksin untuk menerimanya.

Menurut direktur medis transplantasi paru-paru di Houston Methodist sekaligus dokter yang merawat Garza, Dr Howard Huang, jika pasiennya itu menerima vaksinasi mungkin tidak akan mendapat perawatan separah ini.

Dr Huang merasa kesembuhan Garza adalah suatu keajaiban. Sebab, ia bisa menerima perawatan dengan baik di tengah kondisi COVID-19 yang sedang mencekam.

"Data yang sekarang keluar menunjukkan bahwa vaksin sangat baik untuk mencegah penyakit parah," ujar Dr Huang.

"Bahkan jika dia (Garza) berakhir di rumah sakit, mungkin infeksinya tidak akan berkembang menjadi gagal paru-paru dan menjalani transplantasi paru," pungkasnya.



Simak Video "Cerita Warga yang Kesulitan Dapatkan Vaksin Dosis Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)