Rabu, 25 Sep 2013 14:31 WIB

Cacing di Tubuh Manusia

Waduh, Cacing Juga Bisa Jadi Penyebab Kematian

Radian Nyi Sukmasari, Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Cacing gelang (Foto: Wikipedia) Cacing gelang (Foto: Wikipedia)
Jakarta - Beberapa bulan yang lalu sempat heboh diberitakan kematian seorang imigran asal Vietnam di AS akibat infeksi cacing parasit yang menggerogoti seluruh tubuhnya, termasuk paru-parunya. Kasus ini pun menjadi semacam alarm bahwasanya cacingan tak dapat diremehkan karena berpotensi mematikan.

Tapi sebenarnya dalam kondisi seperti apa cacingan bisa menyebabkan kematian? "Cacing dalam tubuh manusia bisa saja menyebabkan kematian kalau sudah mengenai paru-paru, jantung, atau otak. Seperti Paragonimus westermani yang menyerang paru-paru, lalu ditambah adanya asma atau komplikasi lain ya itu bisa parah," papar Prof. dr. Supargiyono, DTM&H., SU., Sp.Par(K) saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (25/9/2013).

Paragonimus westermani merupakan salah satu jenis cacing dari kelas Trematoda (pipih seperti daun) yang paling sering menyerang paru-paru manusia. Cacing ini banyak ditemukan di Asia dan Amerika Selatan.

Lalu harus berapa banyak cacing yang ada di dalam tubuh manusia hingga dapat menyebabkan kematian? Menurut Kepala Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta tersebut, jumlah cacing yang beredar dalam tubuh sebenarnya tak menentukan seberapa besar risiko kematian yang menghantui penderitanya.

"Hanya saja kalau sudah mengganggu fungsi tubuh dan tidak segera diobati ya itu bisa menyebabkan kematian," sambungnya.

Yang terpenting, setiap orang yang terkena cacingan perlu waspada jika gejala penyakit yang dialaminya itu mulai terlihat semakin parah. Apa tanda-tandanya? "Tandanya anemia berat, malnutrisi parah, orangnya itu seperti kekurangan gizi misalnya rambutnya kering dan berdiri, sesak napas, kurus badannya tapi perut buncit, kuku pucat (akibat anemia)," papar Prof Supargiyono.

"Atau bisa juga gatal-gatal karena cacing bisa membuat Imunoglobulin E (sejenis antibodi) naik hingga timbul gatal-gatal seperti alergi di kulit," tutupnya.

(vit/mer)
News Feed