Kamis, 14 Jan 2016 19:20 WIB

Good Sleep Setting

Sering Begadang karena Kerja Shift? Pola Tidurnya Bisa Disiasati Seperti Ini

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Topik Hangat Good Sleep Setting
Jakarta - Jam tidur sudah pasti berkurang jika seseorang harus menjalankan pekerjaannya di malam hari, entah itu karena lembur atau sistem shift. Agar pola tidurnya tetap terpenuhi, pekerja seperti ini biasanya akan 'balas dendam' keesokan harinya.

dr Andreas Prasadja, RPSGT, pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran pernah mengatakan, tak jadi soal bila seseorang tidur seharian setelah begadang. Namun perlu diingat, aktivitas ini pun bukan tanpa efek samping.

"Pusing itu sebenarnya itu bukan karena kebanyakan tidur, tapi lebih karena pada hari sebelumnya kualitas dan kuantitas tidur kita yang kurang, maka akan jadi lelah dan pusing ketika bangun keesokan harinya," urai dr Andreas.

Yang pasti, pagi setelah begadang baiknya tidak memaksakan diri untuk beraktivitas terlebih dulu. Jika hal ini nekat dilakukan, dikhawatirkan saat jam tidur malamnya kurang juga berisiko mengakibatkan pusing, sakit kepala bahkan sampai mual. Jadi kalau memungkinkan, menjelang pagi dianjurkan untuk tidur sejenak dulu paling tidak 1-2 jam sebelum beraktivitas.

Hal ini juga bisa disiasati dengan tidur siang atau bisa juga dikatakan sebagai tidur 'colongan' di siang hari, asalkan tidak lebih dari 15-30 menit.

Baca juga: Pakar Tidur: Tak Ada Gunanya Merapel Tidur

Saat begadang, satu hal yang harus diperhatikan adalah soal asupan. Menurut dr Andreas atau biasa disapa dr Ade, begadang memicu ketidakseimbangan hormon sehingga nafsu makan melonjak, utamanya terhadap makanan dengan rasa asin dan gurih.

Jika hasrat ini muncul, lebih baik ganti camilan asin atau gurih dengan buah. Dan agar tidak menambah beban kerja tubuh yang sedang terjaga, hindari rokok yang dapat memperberat kerja jantung.
 
Lantas bagaimana dengan kopi yang biasa dikenal sebagai 'teman begadang'? dr Ade menyarankan 'dosis' yang dianjurkan baiknya tak lebih dari satu cangkir saja. Kopinya pun lebih baik diminum di sore hari, bukan saat begadang itu sendiri.

Malam hari adalah waktunya tubuh melaksanakan detoksifikasi, sehingga bila ada yang orang yang begadang lalu minum stimulansia seperti kopi atau minuman penambah tenaga lainnya, yang ada justru kerja ginjalnya akan semakin berat.

Lagipula mengonsumsi kopi tidak akan banyak membantu meredam efek kurang tidur yaitu kelelahan keesokan harinya. Kebugaran otak juga tidak akan kembali hanya dengan minum kopi dan sejenisnya.

"Justru dengan mengonsumsi stimulansia, akan tercipa sebuah lingkaran setan yang akan merusak kesehatan. Stimulansia akan memicu susah tidur saat ada kesempatan untuk istirahat, lalu di hari berikutnya akan merasa kurang tidur dan akhirnya butuh stimulan lagi. Begitu seterusnya," papar dr Ade.

Baca juga: Tidur Nyenyak Selepas Bercinta, Bisakah Diresepkan pada si Insomnia?

Untuk memperbaiki pola tidur mereka, dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT dari RS Medistra menyarankan shift yang diambil baiknya bisa berubah-ubah. "Sekarang shift pagi, besok shift sore, kemudian lusanya shift malam, sehingga tidak merusak jam biologis tubuh. Perpindahannya juga jangan terlalu ekstrem, misal sekarang shift pagi besoknya langsung malam," katanya.
 
dr Ade menambahkan, tak perlu langsung kembali tidur seperti ketika tidak sedang mendapat shift malam. Perbaiki secara bertahap, katanya.

"Misalnya tidur 15 menit lebih awal, kemudian beberapa hari besoknya ditambah lebih awal lagi sampai bisa terbiasa tidur pada jam tidur yang diinginkan," kata dr Ade yang juga sering nge-tweet soal tips tidur lewat akun @IDTidurSehat ini. (lll/vit)
Topik Hangat Good Sleep Setting
News Feed