Kamis, 22 Des 2016 19:11 WIB

Hari Ibu 2016

Agar Stres Tak Bikin Uring-uringan, Begini Baiknya Komunikasi Istri dan Suami

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Topik Hangat Hari Ibu 2016
Jakarta - Pertengkaran suami istri bisa saja terjadi akibat istri yang stres akibat merasa semua beban ditanggung sendiri. Kuncinya: komunikasi. Komunikasi yang seperti apa?

"Kadang kita udah terlalu kesel jadi suami dimarahin. Misalnya 'kamu nih nggak pernah bantuin saya, main terus sama teman-teman'. Jadi akhirnya pola komunikasi itu yang kurang efektif, karena jadi salah tangkap suaminya. Suaminya jadi merasa 'kok saya dituduh-tuduh atau disalahin mulu'," tutur psikolog klinis dari Tiga Generasi, Tiara Puspita MPsi, Psikolog dalam perbincangan dengan detikHealth.

Ketimbang berkata dengan nada menyalahkan, lebih baik istri mengatakan 'sepertinya aku butuh waktu untuk pergi sama teman-teman. Kan kamu kemarin udah pergi jalan-jalan sama teman kamu, bisa nggak kamu minggu ini pegang bayi satu atau tiga jam selama aku pergi'.

"Jadi daripada nuduh atau marah-marah, lebih baik pakai kalimat bernada mengutarakan keinginan. Cara ngomong ke suami juga hati-hati, sehingga jangan langsung nuduh atau nyudutin," imbuh Tiara.

Baca juga: Pakar Ingatkan Pentingnya Peran Suami Bagi Ibu yang Depresi

Nah, suami juga butuh apresiasi ketika sudah mengurus anak, sementara si istri melakukan me time. Misalnya istri mengapresiasi dengan mengucapkan terimakasih.

"Ini penting karena kadang ada suami yang ketika pegang anak, ada aja yang salah di mata istrinya. Misalnya saat suami mengganti diaper anak 'kamu ini gimana masang diaper kok gini'. Lalu saat ngasih makan anak dianggap nggak tepat," sambung Tiara.

Karena diomeli terus oleh istrinya, si suami pun jadi berpikir 'ah salah terus nih megang anak'. "Maka itu penting pula nih komunikasinya agar suami lebih lancar saat menjaga anak," ucap Tiara.

Selain komunikasi yang baik dari istri, suapi juga perlu tanggap lho saat istrinya dilanda gejala stres. Gejala stres yang dialami ibu bisa tampak ketika ia jadi mudah tersinggung, marah, dan menangis. Bahkan, ibu jadi memiliki nafsu makan yang tinggi atau sebaliknya, ibu justru tidak nafsu makan.

Gejala lainnya, ibu bisa mudah lelah dan tidak bertenaga, malas untuk bersosialisasi, dan menjadi sangat pelupa. Jika sudah begini, suami bisa menunjukkan dukungan dengan melakukan hal-hal kecil seperti memberi kata-kata pujian atau semangat, hadiah, memberikan pijitan, atau mendengar keluh kesah sang istri.

Baca juga: Fisik Lelah Plus Tak Dapat Dukungan, Ibu Bekerja Rentan Stres dan Depresi (vit/up)
Topik Hangat Hari Ibu 2016
News Feed