ADVERTISEMENT

Rabu, 19 Des 2012 15:30 WIB

Ulasan Khas Autisme

Bukan Santet, Autis Bisa Muncul dengan Epilepsi & Gangguan Lain

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Autis bisa terjadi pada anak manapun tanpa memandang ras maupun status sosial. Penyebab pasti fenomena ini memang belum diketahui pasti. Yang jelas bukan santet penyebabnya. Tak hanya itu, terkadang bentuk gangguan lain menyertai autisme.

"Autisme dan santet adalah 2 hal berbeda yang tidak saling berhubungan," kata pendiri Masyarakat Peduli Autisme Indonesia (MPATI), Gayatri Pamoeji, dalam buku 200 Pertanyaan & Jawaban Seputar Autisme.

Menurut dia, jika autis terjadi karena santet, maka kasus ini tidak terjadi di belahan Bumi lainnya seperti Amerika, Australia, maupun Eropa. Sebab di negara-negara maju di benua tersebut, santet tidak populer.

Menurut psikiater anak dr Melly Budhiman, SpKJ, autisme bisa muncul dengan berbagai gangguan penyerta. Ada ayng gangguan penyertanya adalah terbelakang mental, hiperaktif, epilepsi, namun bisa juga murni autis.

"Karena itu terapi anak autis yang satu dan lainnya juga beda-beda. Bisa fungsional, perilaku, integrasi sensoruk, bisa dengan obat, atau dengan biomedis," kata dr Melly dalam perbincangan dengan detikHealth, Rabu (19/12/2012).

Waktu yang diperlukan anak autis untuk terapi pun berbeda-beda. Namun tidak banyak anak yang benar-benar bisa keluar dari autisme, kisarannya hanya 10 persen. Hal ini karena masih banyak anak dengan autisme yang belum ditangani dengan baik.

"Karena ada yang kategori berat, ringan. Lalu melihat kapan ditanganinya secara intensif," sambung dr Melly.

(vit/ver)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT