Rabu, 11 Mar 2015 08:07 WIB

Sehat dengan Raw Diet

Segar dan Langsing dengan Raw Diet, Apa Itu?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Illustrasi: Thinkstock
Jakarta - Pola makan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan diyakini merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Nah, salah satu metode diet yang populer adalah raw diet.

Menurut salah seorang praktisi raw diet, Deasi Srihandi, definisi raw diet sendiri merupakan pola makan dengan mengonsumsi sayuran, buah, rerumputan, tanaman liar yang bisa dimakan, kacang, biji-bijian dan umbi.

Selain itu, asupan lain seperti tanaman laut, biji dari keluarga rerumputan seperti wheatgrass juga termasuk dalam kategori asupan raw diet. Yang terpenting, asupan ini terdiri atas makanan dan minuman difermentasi yang secara mentah atau tidak dimasak melebihi sekitar 42-45 derajat Celcius.

Baca juga: Ingin Sehat dengan Raw Food Diet, Ini Cara Memulainya

"Makanan tersebut dikonsumsi seperti adanya tanpa dimasak dan lebih ideal jika tidak diproses, sesegar mungkin. Juga lebih ideal jika tanaman tersebut organik, tidak diradiasi, tidak diawetkan tidak mengandung pestisida dan bukan GMO (Genetically Modified Organism) atau dimodifikasi secara genetik," papar Deasi kepada detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (11/3/2015).

Sementara itu, dikutip dari situs Web MD, raw diet sendiri merupakan sebuah pola makan yang ide utamanya menyatakan bahwa pemanasan atau proses masak pada makanan dapat menghancurkan nutrisi dan enzim alami.

Sebagian masyarakat berpendapat bahwa menerapkan metode diet ini memberikan manfaat alami yang luar biasa, namun sebagian lainnya berpendapat diet ini berisiko membuat seseorang mengonsumsi bakteri dari makanan yang tak dimasak.

Bagaimana cara pengolahan makanan dan minuman dalam raw diet agar tetap menyehatkan? Simak ulasan khas detikHealth hari ini tentang raw diet ya!

Baca juga: Do's & Don'ts Jika Ingin Mulai Raw Food Diet

(ajg/vta)