Rabu, 11 Mar 2015 09:05 WIB

Sehat dengan Raw Diet

Dibandingkan dengan Makanan yang Dimasak, Raw Diet Tidak Aman?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Illustrasi: Thinkstock
Jakarta - Sebagian masyarakat masih ragu dalam menerapkan raw diet. Hal ini disebabkan karena mengonsumsi makanan mentah dikhawatirkan akan membuat bakteri atau kuman masuk ke dalam tubuh. Bagaimana faktanya?

"Raw diet itu bisa dibilang sama saja dengan makanan yang dimasak jika dipandang dari sisi aman tidaknya tercemar kuman atau bakteri dan sejenisnya. Tergantung cara kita menjaga higienitas makanan dan cara menyiapkannya, termasuk juga paling baik jika kita peduli dengan cara budidaya makanan yang kita makan," papar salah seorang praktisi raw diet, Deasi Srihandi.

Kepada detikHealth, Rabu (11/3/2015), Deasi menjelaskan bahwa raw food meskipun mentah namun bukan berarti semua bahan makanan dimakan langsung layaknya seperti memakan lalapan. Dalam mengolah bahan raw food, tetap diperbolehkan untuk memberi bumbu seperti rempah, garam, dan pemanis alami agar makanan menjadi lebih lezat.

Baca juga: Segar dan Langsing dengan Raw Diet, Apa Itu?

"Sama sekali bukan hanya seperti lalapan, justru raw food itu sangat lezat dan sangat bervariasi kalau menurut saya. Makanan raw food seperti halnya makanan yang dimasak bisa diberi bumbu rempah, garam, pemanis alami. Bisa juga dimodifikasi secara bentuk menjadi misal sup, salad, lasagna, brownies, cake, es krim, roti, sandwich, burger dan masih banyak lainnya," lanjutnya.

Prinsip dalam mengolah raw food diungkapkan Deasi adalah tidak dipanaskan melebihi 45 derajat Celcius. Jadi misalnya makanan tersebut ingin dikukus sebentar, maka tidak akan menjadi masalah dan boleh-boleh saja.

"Tidak ada patokan benar dan tidak benar, tetapi yang perlu diingat adalah jika makanan tersebut dipanaskan, maka enzim dan sebagian besar vitamin akan hilang, termasuk kadar airnya akan menjadi jauh berkurang," tutur wanita yang telah menerapkan raw diet sejak 7 tahun terakhir ini.

Menurut Deasi, dengan menerapkan raw diet maka kemungkinan besar kita akan menjadi lebih peduli tentang masalah tercemarnya makanan dengan bakteri atau virus berbahaya.

"Metode pasteurisasi tidak hanya membunuh bakteri yang tidak menguntungkan, tetapi juga membunuh bakteri yang menguntungkan, termasuk mematikan enzim, membuat pH makanan menjadi lebih asam, dan menghilangkan sebagian besar vitamin dan mineral," imbuhnya.

Baca juga: Ingin Sehat dengan Raw Food Diet, Ini Cara Memulainya

(ajg/vta)