Tak Perlu Sungkan! Resep Dokter Terlalu Mahal, Boleh Minta Generik <I>Kok</I>

ADVERTISEMENT

Menjadi Pasien Cerdas

Tak Perlu Sungkan! Resep Dokter Terlalu Mahal, Boleh Minta Generik Kok

Firli Isnaeni - detikHealth
Rabu, 18 Mar 2015 12:38 WIB
Jakarta -

Dengan harga yang jauh lebih murah, obat-obat generik diklaim sama manjurnya dengan obat bermerek. Masalahnya tidak semua pasien sadar akan hak-haknya, sehingga cenderung pasrah saat mendapat resep yang isinya obat bermerk semua.

Ada berbagai alasan yang membuat pasien tidak meminta diresepkan obat generik. Beberapa pasien yang sangat fanatik memang meyakini bahwa harga mencerminkan kualitas, sehingga obat dengan merk tertentu dianggap lebih manjur dibanding versi generiknya. Padahal, isinya sama saja.

"Begitu obat tersebut mendapat regristasi dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), maka secara kualitas, baik obat generik maupun obat dengan merk dagang, tidak ada perbedaan," kata Drs Nurul Falah Eddy Pariang, Apt, Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Baca juga: Jangan Jadi 'Pasien Pasrah' Agar Hasil Pengobatan Lebih Efektif

Lain halnya dengan obat paten, yakni obat yang masih dilindungi oleh paten sehingga tidak tersedia versi generiknya. Obat ini memang mahal dan tidak tergantikan, sebab biasanya merupakan obat baru. Penelitian untuk menciptakan obat tersebut butuh biaya besar, sehingga wajar kalau harganya mahal.

"Kalau obat paten kan belum dijual generiknya, masih dilindungi paten. Masih belum dapat ditiru bahan kimianya," jelas dr Marius Widjajarta, Direktur Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI), seperti ditulis Rabu (18/3/2015).

Survei YPKKI menunjukkan bahwa di Indonesia terdapat sekitar 15 persen obat generik. Obat paten hanya 7-8 persen, sedangkan sisanya adalah obat bermerk yang isi dan kualitasnya sama seperti obat generik.

Selisih harga antara obat bermerk (tidak selalu paten) dengan versi generiknya begitu jauh. Menurut dr Marius, harga obat bermerk di Indonesia seharusnya dibatasi agar tidak lebih dari 3 kali lipat dari versi generiknya. Saat ini, selisih harganya ada yang hampir 10 kali lipat.

"Yang bijak kan pasien bisa bertanya, 'apakah ada obat generiknya, Dok?' begitu," kata Nurul Falah.

Baca juga: Dokter Beri Antibiotik untuk Flu Lalu Tidak Ditebus, Tepatkah?

(up/vta)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT