Rabu, 01 Apr 2015 15:05 WIB

Pakaian Dalam Sehat

Celana Dalam Warna-warni, Benarkah Bisa Bikin Penyakit?

Firli Isnaeni - detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Di pasaran, dijual celana dalam aneka warna, bahkan ada pula yang warnanya sangat ngejreng seperti merah menyala atau kuning terang. Beberapa orang menyarankan sebaiknya menggunakan celana dalam berwarna putih, karena dikhawatirkan pewarna di celana dalam itu bisa bikin penyakit dan juga bikin mandul. Benarkah?

"Enggak ada itu. Cuma ya hati-hati pada orang yang punya alergi khusus pada bahan pewarna dan bisa menimbulkan alergi," kata spesialis kulit dan kelamin dari RSPAD Gatot Subroto, dr Abraham Arimuko, SpKK, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (1/4/2015).

Sementara menurut dr I Gusti Nyoman Darmaputra dari D&I Skin Centre Bali, warna celana dalam tidak ada hubungannya dengan penyakit tertentu atau memengaruhi kesuburan. Yang justru lebih diperhatikan adalah bahan celana dalamnya. Jika bahan celana panas sehingga tidak memungkinkan kulit di sekitar organ genital 'bernapas' maka bisa berpotensi mengganggu kesuburan pria.

Baca juga: Beginilah Kriteria Celana Dalam yang Sehat untuk Pria

"Kalau bahan celana panas mungkin bisa. Maksudnya di daerah testis itu kan sumbernya pembuahan, suhunya harus optimal tidak boleh terlalu panas, kalau celananya kurang penguapan itu lama-lama bisa memengaruhi kesuburan juga. Suhu yang penting. Kadang-kadang kan orang menyarankan untuk menggunakan boxer supaya ada sirkulasi udaranya," papar dr Nyoman.

Pengamat kesehatan seksual dari Universitas Tarumanagara Jakarta, dr Andri Wanananda, MS menyarankan agar memilih celana dalam yang nyaman. Celana dalam ketat tentu tidak nyaman, apalagi pada pria bisa menekan alat vital. Karena itu pilihlah celana dalam yang pas.

Pemakaian celana dalam yang terlalu ketat akan menaikkan suhu testis, dan hal itu berpengaruh terhadap proses pembentukan sperma. Pria yang menggunakan celana dalam ketat akan membuat testis semakin dekat ke tubuh. Akibatnya panas tubuh akan meningkatkan suhu testis. Suhu testis yang hangat akan merusak proses spermatogenesis (proses pembuatan sperma).

Selain itu perlu juga menggunakan celana dalam yang warnanya tidak luntur. Karena bila warnanya luntur berisiko menimbulkan reaksi alergi pada kulit pemakai. Akibatnya bisa timbul penyakit kulit yang dikenal sebagai dermatitis-kontak.

Jelasnya, warna putih yang luntur serta bahannya menimbulkan reaksi alergi harus pula dihindari oleh pemakai," saran dr Andri.

Baca juga: Ini Pengaruh Celana Dalam Terhadap Sperma Pria

(vta/ajg)