Rabu, 01 Jul 2015 14:03 WIB

Puasa Sehat Meski 'Sakit'

Trik Agar Puasa Lancar Tanpa Khawatir Kadar Kolesterol Naik

Radian Nyi Sukmasari, Nita Sari - detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Di Indonesia, sajian berbuka identik dengan makanan berkolesterol tinggi, seperti gorengan. Begitu juga saat sahur. Meskipun mengonsumsi nasi sayur, terkadang gorengan menjadi pilihan lauk utama. Jika hanya satu-dua hari saja mungkin tak masalah, tetapi bagaimana jadinya jika berbuka atau sahur dengan gorengan setiap hari?

"Kolesterol dalam tubuh sejatinya sudah diproduksi secara normal oleh hati, dari bahan dasar lemak yang kita makan. Tapi kalau sudah menderita kolesterol tinggi, tidak boleh ada lagi kolesterol dari luar," ungkap ahli gizi Rita Ramayulis, DCN, MKes kepada detikHealth dan ditulis Rabu (1/7/2015).

Hal senada juga dikemukakan dr Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, FINASIM, konsultan kesehatan saluran cerna dari RS Cipto Mangunkusumo. Menurutnya, untuk menjaga agar kadar kolesterol tetap normal, porsi makanan memang sebaiknya dikurangi selama berpuasa. "Dengan mengurangi makan, asupan kolesterol berkurang," tandasnya.

Baca juga: Puasa Juga Bisa Kurangi Risiko Penyakit Jantung, Lho

Yang paling penting, dr Ari dan Rita sepakat bila semua makanan yang mengandung kolesterol tinggi, seperti jerohan, atau seluruh bagian dalam hewan besar maupun kecil, kuning telur, makanan yang digoreng, berlemak, dan bersantan harus dihindari.

Lantas bagaimana jika tidak ada pilihan lain? "Pertama, minimalkan minyak pada gorengan, peras pakai tisu, misal, kemudian belum 1 jam segera kita dapatkan buah atau sayur untuk mengimbanginya. Supaya lemak pada gorengan tadi nggak sempat masuk ke aliran darah, jadi langsung potong kompas, dibuang ke usus besar," terang Rita.

dr Ari menambahkan sebaiknya memang tidak makan gorengan, atau bisa diganti saja dengan buah-buahan. Namun bukan berarti gorengan tidak boleh disantap sama sekali. "Konsumsi gorengan satu atau dua macam saja, jangan semua macam-macam gorengan dimakan," paparnya.

"Kalau mau gorengan, lebih baik yang digoreng sendiri, apalagi pakai minyak sayur," imbuh dr Ari. Rita menimpali bahwa gorengan yang dibeli di luar biasanya digoreng dengan minyak yang sama berulang kali sehingga mengandung lemak trans atau dengan kata lain dapat memicu peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh.
 
Baca juga: Kenapa Cek Kolesterol Harus Puasa Dulu 12 Jam?

Untuk mengurangi kolesterol tersebut, Rita yang juga staf pengajar Politeknik Kesehatan II Jakarta tersebut kemudian menyarankan agar konsumsi serat pektin ditambah. Ini adalah serat larut air yang terdapat pada buah yang bisa dimakan dengan kulitnya, seperti apel dan anggur, atau sayuran dari daun-daunan seperti bayam dan kangkung.

"Serat halus ini mampu memutus suatu siklus, dalam tubuh kita ada siklus kembalinya kolesterol dari saluran pencernaan ke hati, dengan makan serat pektin, kolesterol yang terperangkap di saluran cerna nggak akan kembali ke hati tapi dibuang ke usus besar. Diputus rantai itu lama-lama kolesterol dalam tubuh berkurang," pungkasnya.

(lil/vta)