Rabu, 06 Jan 2016 16:04 WIB

Serba-serbi Hamil Tua

Morning Sickness Ketika Hamil Tua, Berbahayakah?

Martha HD - detikHealth
Jakarta - Morning sickness atau rasa mual hebat di pagi hari biasanya menyerang calon ibu ketika hamil muda. Namun tak sedikit juga calon ibu yang hamil tua mengalami ini.

dr M Nurhadi Rahman, SpOG dari RSUP Dr Sardjito Yogyakarta mengatakan memang calon ibu yang hamil tua masih bisa mengalami morning sickness. Namun penyebabnya berbeda dengan morning sickness yang dialami calon ibu ketika hamil muda.

"Kalau hamil muda karena hormonnya. Kalau hamil besar karena ada tekanan sehingga menekan lamung yang membuat terasa mual," tutur dokter yang akrab disapa dr Adi ini kepada detikHealth dan ditulis Rabu, (7/1/2015).

Baca juga: Minum Rebusan Rumput Fatima untuk Perlancar Persalinan, Disarankan Tidak? 

Penyebab lain morning sickness saat hamil tua adalah makanan. dr Alfiben, SpOG dari RS Permata Depok mengatakan makanan yang mengandung keasaman tinggi dapat meningkatkan asam lambung, yang berujung pada munculnya rasa mual dan ingin muntah.

Lalu berbahayakah morning sickness saat hamil tua? dr Alfiben mengatakan kondisi ini berbahaya, tak hanya untuk ibu namun juga janin yang ada di dalam perut. Sebabnya karena sering muntah, bisa jadi ibu mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi.

Hal senada juga dikatakan oleh dr Adi. Selain dehidrasi, mual dan muntah yang dialami calon ibu membuat makanan yang tadinya dimakan akan keluar dan tidak tercerna. Akibatnya janin bisa tidak mendapat asupan nutrisi.

"Biasanya nggak separah hamil muda. Namun, kalau terlalu sering muntah-muntah perlu perawatan lagi untuk mendapatkan nutrisi seperti diberi infus atau cara lainnnya," papar dr Adi.

Baik dr Adi maupun dr Alfiben percaya bahwa makanan memegang peranan penting untuk mengurangi frekuensi morning sickness saat hamil. Selain makan makanan yang nyaman di perut, calon ibu juga dianjurkan makan sedikit-sedikit untuk mengurangi mual.

"Mungkin dengan melakukan cara makan dikit banyak tapi sering. Jadi misalnya kita makan 3 kali sehari coba diganti menjadi 6 kali sehari," kata dr Adi.

Baca juga: Perut Terasa Kencang Saat Hamil Tua, Begini Artinya  (mrs/up)