Perjuangan Hidup Roni, Sempat Jadi Atlet Hingga Tukang Nasi Goreng

ADVERTISEMENT

Semangat dalam Keterbatasan

Perjuangan Hidup Roni, Sempat Jadi Atlet Hingga Tukang Nasi Goreng

Martha HD - detikHealth
Minggu, 10 Jul 2016 16:16 WIB
Foto: Martha
Jakarta - Syahronny Abdullah (36) merupakan seorang tunadaksa. Pria yang akrab disapa Roni ini hanya memiliki satu tangan kiri, sementara tangan kanannya sudah diamputasi.

"Saya harus diamputasi itu saat SMA kelas 3 sekitar usia 17 tahun. Awalnya sempat depresi tetapi setelah itu saya bertemu dengan atlet Paralimpiade," urai Roni memulai kisahnya kepada detikHealth.

Paralimpiade merupakan cabang olahraga di mana para atletnya merupakan penyandang disabilitas. Roni pun memilih cabang olahraga atletik, di mana kehilangan tangan kanan tidak akan mengganggu performanya.

Baca juga: Pengabdian Gufron di Dunia Pendidikan Meski Tangannya Tak Sempurna

Ia pun akhirnya menjadi salah satu atlet atletik asal Surabaya, Jawa Timur. Di cabang atletik, Roni dipercaya untuk bertanding di lari 100 meter, cabang atletik yang membutuhkan stamina dan kecepatan lari yang tinggi.



Segudang prestasi sudah ia raih sebagai atlet. Ia pun pernah mengikuti 3 kali Pekan Olahraga Nasional (PON) secara berturut-turut mulai dari 2004, 2008, dan terakhir pada tahun 2012.

"Alhamdullilah berkat menjadi atlet saya memiliki 4 medali dari PON 2004 di Palembang dan 2008 di Kalimantan Timur. Namun 2012 di Pekanbaru kemarin saya tidak mendapat medali," cerita bapak 2 anak ini.

Setelah pensiun sebagai atlet, Roni memutuskan untuk beralih ke wirausaha. Bakat wirausaha sudah dimilikinya sejak muda. Roni paham bahwa karena keterbatasannya, ia tidak bisa memiliki jalur profesi yang sama seperti teman-temannya lainnya.

Berbekal pengalaman memasak, Roni akhirnya mencoba peruntungan dengan membuka usaha nasi goreng di rumahnya.

"Waktu masih tinggal di Jawa sebenarnya punya konter handphone kecil-kecilan. Kemudian diajak orang kesana-kesini dan akhirnya sekarang bisa buka usaha sendiri," tuturnya lagi.



Roni berharap agar para disabilitas mampu menunjukkan kemampuan selayaknya orang normal lainnya. Dengan begitu, masyarakat dapat menganggap para disabilitas juga mampu hidup mandiri.

"Pokoknya jangan menyerah, tetap semangat, dan hidup biasa aja layaknya orang normal lainnya," tutup Roni.

Baca juga: Surya Sahetapy Sampai Amerika Serikat Demi Memajukan Tunarungu

(mrs/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT