
-
Rabu 16/05/2012 09:01 WIB
Ini yang Bikin Perut Cepat Buncit -
Rabu 16/05/2012 20:19 WIB
Misteri Batu Garnet Almarhumah Menkes Endang -
Rabu 16/05/2012 12:31 WIB
Yang Harus Dihindari Jika Tak Ingin Perut Buncit -
Rabu 16/05/2012 19:59 WIB
Tingkat Kesuburan Pria Bisa Ketahuan dari Panjang Pangkal Paha -
Rabu 16/05/2012 16:57 WIB
Cara-cara Instan yang Dapat Dilakukan untuk Meratakan Perut - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,771.000
-
Rp 472.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Blogdetik Ajak Blogger Bicara Seks
Mungkin untuk sebagian orang masih tabu untuk dibicarakan, namun sebenarnya memiliki sejuta permasalahan dan mengundang pertanyaan yang kadang kita bingung untuk memecahkannya
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 11:38 WIB
Penelitian: Banyak Makan Gula Bisa Bikin Otak Jadi Bodoh
Posted : matsukoArtikel terkait :
- WHO: Flu Babi Sulit Dihentikan
- WHO Catat 77 Ribu Penderita Flu Babi di Dunia
- Ahli Dunia Kumpul di Meksiko Bahas Flu Babi
- Warga Pondok Indah Positif Flu Babi
- Flu Babi
Info Penyakit :
- Betaxolol
- Ciprofibrate
- Carvedilol
Info Obat :
Orang Obesitas Berisiko Lebih Besar Kena Flu Babi
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto: Reuters)
Para ahli mengatakan bahwa kemungkinan tersebut dikarenakan orang gemuk cenderung punya asma dan kondisi lainnya yang lebih rentan terserang penyakit.
Obesitas sendiri sebenarnya tidak pernah menjadi faktor risiko untuk beberapa kasus flu. Namun sebuah laporan baru-baru ini, dikutip dari Health24, Senin (13/7/2009) menyebutkan bahwa sembilan dari sepuluh pasien flu babi di Michigan pada bulan Mei dan Juni tergolong obesitas. Tiga dari mereka pun meninggal dunia.
Fakta tersebut cukup meyakinkan para ahli bahwa obesitas memang salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko flu babi. Penemuan tersebut cukup mengejutkan dan perlu diwaspadai kalangan medis.
"Para tenaga klinis harus waspada terhadap beberapa komplikasi yang terjadi pada pasien flu babi, terutama untuk mereka yang memiliki berat tubuh sangat ekstrim," ujar Dr Tim Uyeki, seorang ahli flu di Centres for Disease Control and Prevention (CDC).
Uyeki merupakan penulis laporan mingguan dalam jurnal yang dikeluarkan CDC mengenai kasus kelahiran dan kematian penduduk. CDC melaporkan, hingga tanggal 10 Juli 2009, orang Amerika yang terkena kasus flu babi mencapai 37.000, dan 211 diantaranya sudah meninggal dunia.
"Jumlahnya terus bertambah, padahal minggu kemarin masih 34.000 dengan jumlah kematian 170 orang," ujar Uyeki.
Para ahli di CDC percaya bahwa pada kasus obesitas tersebut, perlu penanganan dan tes lebih lanjut. Mereka memperkirakan terdapat lebih dari satu juta warga Amerika yang terinfeksi virus H1N1 tersebut, namun masih dalam kondisi yang belum parah.
Pandemi flu babi terjadi di California pada bulan april. Sejak itu, World Health Organisation mencatat lebih dari 94.000 kasus yang dilaporkan terjadi di lebih dari 100 negara.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









