detikhealth

Sindrom Brugada

Agung Dwi Hartanto - detikHealth
Sabtu, 15/05/2010 11:46 WIB
Sindrom Brugada Ilustrasi: repro.
Jakarta, Deskripsi:

Sindrom Brugada adalah penyakit genetik yang ditandai dengan peningkatan risiko kematian mendadak. Sindrom ini dinamakan oleh kardiolog Pedro dan Joseph Brugada dari Spanyol pada 1992. Penyakit ini kemungkinan besar menjadi penyebab Kematian mendadak saat tidur (KMST) atau sudden and unexpected nocturnal pada pria muda di wilayah Asia Tenggara.

Penyebab kematian dalam sindrom Brugada adalah ventrikel fibrilasi (kondisi di mana terdapat tidak terkoordinasi kontraksi otot jantung dari ventrikel di jantung). Pada kasus ini Otot ventrikel berkedut secara acak dan tanpa koordinasi sehingga ventrikel gagal untuk memompa darah ke dalam arteri dan masuk ke sirkulasi sistemik.

Dalam banyak kasus yang terjadi di Asia Tenggara, sindrom ini lebih banyak menyerang laki-laki dengan umur rata-rata 30-50 tahun. Di Indonesia, sindrom maut ini dilaporkan pertama kali oleh Dr Muhammad Munawar SpJP tahun 2002, dimuat di Jurnal Kardiologi Indonesia.

Gejala:

Sindrom ini nyaris tanpa gejala, penderita langsung meninggal tiba-tiba meskipun sebelumnya sehat-sehat saja bahkan tidak ada faktor-faktor risiko penyakit jantung koroner.

Pengobatan:

Meskipun tidak ada pengobatan yang tepat yang dapat dipercaya dan benar-benar mencegah terjadinya sindrom ini. Upaya yang dapat dilakukan pada penderita sindrom Brugada adalah pemasangan alat cardioverter-defibrilator. Pemasangan itu pun tak banyak berarti jika gejala tak terdeteksi.

Sumber: disarikan dari berbagai sumber.(adh/adh)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit