
-
Selasa 22/05/2012 20:10 WIB
Plus Minus Melakukan Phone Sex dengan Pasangan -
Selasa 22/05/2012 19:33 WIB
Latihan untuk Pria Agar Bisa Orgasme Berkali-kali -
Selasa 22/05/2012 19:07 WIB
Serangan Stroke Tak Bisa Ditangani Sendiri, Segera ke Rumah Sakit -
Selasa 22/05/2012 18:27 WIB
Istri Keluarkan Banyak Cairan Saat Bercinta, Wajarkah? -
Selasa 22/05/2012 18:32 WIB
Aksi CSR Rokok Hanya untuk Cari Muka - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,790.000
-
Rp 471.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Keluarga Tak Percayai Dokter Kalau Diagnosa Pasien Buruk
- 'Sindrom Sangkar Kosong', Saat Anak Meninggalkan Rumah
- Beda Depresi dan Gila
- Sunat Pakai Tombak yang Bikin Nyawa Melayang
- Nyeri Kronis Vagina
- Infeksi Ragi Vagina
- Atrofi Vagina
Info Penyakit :
- Ciprofloxacin
- Anistreplase
- Captopril
Info Obat :
Operasi Vagina dan Risiko yang Mengintainya
Vera Farah Bararah - detikHealth
ilustrasi (Foto: health24)
Operasi peremajaan vagina masih menjadi teknik baru dan belum banyak penelitian yang dilakukan untuk melihat efek jangka panjangnya. Namun seperti halnya semua jenis operasi pasti memiliki risiko yang patut untuk dipertimbangkan.
Seperti dikutip dari Mamashealth, Kamis (1/7/2010) risiko utama dari operasi peremajaan vagina adalah perdarahan yang berlebihan, infeksi, serta risiko jaringan parut yang dapat memicu komplikasi pasca operasi.
Risiko jaringan parut biasanya menjadi masalah yang lebih serius pada operasi ini dibandingkan dengan operasi lain, hal ini karena sifat sensitif dari vagina.
Meskipun hanya sedikit ujung saraf vagina yang terlibat dalam operasi ini, tapi pemotongan ujung saraf tersebut bisa mengakibatkan perubahan yang semi permanen atau terkadang menimbulkan sensasi permanen.
Pada beberapa perempuan, operasi ini memberikan sensasi mati rasa dalam vaginanya sehingga membuat operasi tidak efektif. Kondisi ini tidak akan membuat kehidupan seksnya meningkat, tapi justru akan menjadi kurang menyenangkan karena ada sensasi yang kurang saat penetrasi. Selain itu parut yang berlebihan dapat menjadi bencana bagi masa depan hubungan seksualnya.
Dalam beberapa kasus, pasien operasi peremajaan vagina ini mengalami perdarahan, infeksi yang membutuhkan antibiotik panjang atau yang paling serius membutuhkan operasi kedua. Selain itu pada kasus yang langka bisa menyebabkan cedera pada kandung kemih, rektum atau kedua organ tersebut.
Operasi peremajaan vagina dilakukan untuk memulihkan keketatan saluran vagina agar tidak kendur sehingga meningkatkan kenikmatan seksual baik bagi perempuan maupun pasangannya. Pada prosedur ini saluran vagina dibuat lebih sempit dengan membuang lapisan dari jaringan kanal menggunakan laser atau pisau bedah.
Sampai saat ini belum diketahui efek jangka panjang dari operasi peremajaan vagina ini. Tapi dokter dan peneliti memiliki kekhawatiran bahwa efek dari prosedur ini bisa mempengaruhi jaringan dan otot vagina setelah beberapa tahun pasca operasi.
Operasi peremajaan vagina bisa dilakukan melalui teknik tradisional atau menggunakan laser dengan menggunakan anestesi lokal. Prosedur ini biasanya memerlukan waktu sekitar 1-2 j
(ver/ir)
BACA JUGA :









