Telan Ikan Hidup Dipercaya Sembuhkan Asma
Minggu, 10/06/2012 13:59 WIB
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Puluhan ribu penderita asma di India berkerumun untuk mendapat pengobatan asma gratis. Obat ini berupa ikan sarden hidup yang diolesi pasta herbal berwarna kekuningan. Metode penyembuhan asma ini merupakan pengobatan tradisional turun-temurun dari keluarga Goud di India.
Meskipun banyak mendapat kritikan dari dokter, keluarga Goud tetap bisa menarik ribuan massa dengan formula herbal yang konon diajarkan oleh orang suci sekitar 170 tahun yang lalu. Keluarga Goud menolak mengungkapkan campuran apa saja yang dipakai dalam obatnya dengan alasan dilarang oleh orang suci agar khasiatnya tidak hilang.
Keluarga Goud memberikan pengobatan gratis setiap tahun pada hari yang dipilih oleh astrolog. Hari ini disebut 'Mrigishira Karthi' dan biasanya bertepatan dengan kedatangan musim hujan pada minggu pertama atau kedua bulan Juni. Tahun ini, hari tersebut jatuh di hari Jumat lalu.
Setelah menelan ikan hidup, 'pasien' diminta untuk menghindari makanan yang digoreng dan menjaga pola makan secara ketat selama 45 hari dengan cara berpantang 25 jenis makanan yang berbeda, seperti domba, beras, gula putih, mangga kering, bayam dan mentega.
"Ikan hidup bergerak sambil mengibaskan ekor dan siripnya kemudian dengan mudah masuk ke tenggorokan dan melancarkan dahak, sehingga bisa mengobati asma," kata Harinath Goud seperti dilansir digitaljournal.com, Minggu (10/6/2012).
Keributan yang ditimbulkan mengakibatkan 1 orang meninggal karena serangan jantung dan beberapa orang lainnya mengalami sesak nafas karena menunggu berjam-jam. Stadion yang digunakan untuk memberi obat tidak muat menampung 70.000 orang sekaligus yang langsung menerobos masuk ketika gerbang dibuka.
Beberapa pengunjung yang datang menyalahkan pemerintah setempat karena memilih memilih desa Kattedan di kabupaten Rangareddy sebagai tempat untuk membagikan obat ikan tahunan, bukan lapangan pameran di Nampally yang lebih luas.
"Tindakan pemerintah seolah melecehkan. Saya telah mengajukan permohonan izin untuk pembagian obat bulan lalu. Anehnya permintaan saya ditolak dengan alasan sudah dipesan oleh orang lain. Jadi kami memutuskan untuk membagikan obat di Kattedan," kata Harinath Goud.
Menurut keluarga Goud, pada tahun 1845, orang suci Hindu memberikan kakek buyutnya ramuan ajaib ini. Ramuan ini diturunkan kepada Shiva Ram Goud, kemudian diberikan ke Shanker Goud dan mengajarkannya kepada 5 orang anaknya: Harinath Goud, Sri Vishwanath Goud, Uma Maheshwar Goud, Somalingam Goud dan Shivram Goud.
(pah/ir)
Meskipun banyak mendapat kritikan dari dokter, keluarga Goud tetap bisa menarik ribuan massa dengan formula herbal yang konon diajarkan oleh orang suci sekitar 170 tahun yang lalu. Keluarga Goud menolak mengungkapkan campuran apa saja yang dipakai dalam obatnya dengan alasan dilarang oleh orang suci agar khasiatnya tidak hilang.
Keluarga Goud memberikan pengobatan gratis setiap tahun pada hari yang dipilih oleh astrolog. Hari ini disebut 'Mrigishira Karthi' dan biasanya bertepatan dengan kedatangan musim hujan pada minggu pertama atau kedua bulan Juni. Tahun ini, hari tersebut jatuh di hari Jumat lalu.
Setelah menelan ikan hidup, 'pasien' diminta untuk menghindari makanan yang digoreng dan menjaga pola makan secara ketat selama 45 hari dengan cara berpantang 25 jenis makanan yang berbeda, seperti domba, beras, gula putih, mangga kering, bayam dan mentega.
"Ikan hidup bergerak sambil mengibaskan ekor dan siripnya kemudian dengan mudah masuk ke tenggorokan dan melancarkan dahak, sehingga bisa mengobati asma," kata Harinath Goud seperti dilansir digitaljournal.com, Minggu (10/6/2012).
Keributan yang ditimbulkan mengakibatkan 1 orang meninggal karena serangan jantung dan beberapa orang lainnya mengalami sesak nafas karena menunggu berjam-jam. Stadion yang digunakan untuk memberi obat tidak muat menampung 70.000 orang sekaligus yang langsung menerobos masuk ketika gerbang dibuka.
Beberapa pengunjung yang datang menyalahkan pemerintah setempat karena memilih memilih desa Kattedan di kabupaten Rangareddy sebagai tempat untuk membagikan obat ikan tahunan, bukan lapangan pameran di Nampally yang lebih luas.
"Tindakan pemerintah seolah melecehkan. Saya telah mengajukan permohonan izin untuk pembagian obat bulan lalu. Anehnya permintaan saya ditolak dengan alasan sudah dipesan oleh orang lain. Jadi kami memutuskan untuk membagikan obat di Kattedan," kata Harinath Goud.
Menurut keluarga Goud, pada tahun 1845, orang suci Hindu memberikan kakek buyutnya ramuan ajaib ini. Ramuan ini diturunkan kepada Shiva Ram Goud, kemudian diberikan ke Shanker Goud dan mengajarkannya kepada 5 orang anaknya: Harinath Goud, Sri Vishwanath Goud, Uma Maheshwar Goud, Somalingam Goud dan Shivram Goud.
(pah/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kamis,23/05/2013 17:00 WIB
Kemensos: Idealnya Lansia Tinggal Serumah dengan Anak Cucu
-
Kamis,23/05/2013 16:35 WIB
Studi: Virus Flu Dipastikan Makin Aktif Saat Suhu Makin Rendah
-
Kamis,23/05/2013 16:09 WIB
Wanita Lebih Pilih Makan Keju daripada Seks Oral
-
Kamis,23/05/2013 15:38 WIB
Mau Cari Apartemen? Tinggal di Lantai 8 ke Atas Lebih Panjang Umur
-
Kamis,23/05/2013 15:02 WIB
Hati-hati, Bunuh Diri pada Anak Bisa Menular
-
Kamis,23/05/2013 14:33 WIB
Pria Polandia Ini Mendapat Transplantasi Wajah Tercepat Pasca Kecelakaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Kamis, 23/05/2013 16:01 WIB
Wanita Lebih Pilih Makan Keju daripada Seks Oral
-
Kamis, 23/05/2013 15:38 WIB
Mau Cari Apartemen? Tinggal di Lantai 8 ke Atas Lebih Panjang Umur
-
Kamis, 23/05/2013 12:55 WIB
Bentuk Tubuh Pria ada 7 Macam, Anda Termasuk yang Mana?
-
Kamis, 23/05/2013 13:15 WIB
Tak Pernah Berhubungan Intim Tapi Ada Benjolan di Bibir Vagina
-
Kamis, 23/05/2013 13:33 WIB
3 Penyebab Pria Sudah Botak di Usia 20-an Tahun
-
Kamis, 23/05/2013 14:33 WIB
Pria Polandia Ini Mendapat Transplantasi Wajah Tercepat Pasca Kecelakaan
-
Kamis, 23/05/2013 15:02 WIB
Hati-hati, Bunuh Diri pada Anak Bisa Menular
-
Kamis, 23/05/2013 14:06 WIB
Perusahaan Jerman Rekrut Karyawan Autis karena Dinilai Lebih Jujur
-
10 Komentar
-
9 Komentar
-
7 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Kamis, 23/05/2013 07:21 WIB
4 Alasan Mengapa Orang Dewasa Harus Imunisasi
-
Kamis, 23/05/2013 07:06 WIB
Tak Hanya Diabetes, Penyakit-penyakit Ini Juga Bisa Bikin Pria Impoten
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda







_7.gif)

