Robert Koch: Penemu Bakteri TBC

Pasien Kanker Tak Perlu Takut, Efek Kemoterapi Bisa Diminimalkan

Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth
Jumat, 22/03/2013 15:01 WIB
Pasien Kanker Tak Perlu Takut, Efek Kemoterapi Bisa DiminimalkanFoto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta, Pasien kanker banyak yang takut untuk menjalani pengobatan di rumah sakit karena membayangkan akan dibiopsi atau dikemoterapi. Mereka takut dampak kemoterapi yang ditimbulkan seperti kebotakan, rusak sel jaringan kulit, sariawan di seluruh mulut, bahkan muntah-muntah. Namun dokter memastikan efek kemoterapi bisa diminimalkan.

"Orang takut dibiopsi itu awalnya, sehingga kankernya menjalar ke mana-mana. Sel kanker lebih cepat berkembang dibandingkan pertumbuhan sel normal lainnya. Jadi, harus sesegera mungkin ditangani," kata dr Ichwan Renaldi, SpPD-KHOM dalam acara seminar awam RSCM Menepis Mitos Tentang Kanker, di Aula Departemen Radioterapi RSCM, Jl Diponegoro 7, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2013).

Dokter Ichwan juga menjelaskan bahwa dampak dari biopsi, radiasi, atau kemoterapi dapat diminimalisir. Setiap orang akan mengalami hal yang berbeda.

"Pada pasien yang satu bisa saja muntah tetapi pada pasien lain bisa saja sariawan. Tetapi, kalau kebotakan itu memang umumnya terjadi," lanjutnya.

Dokter Ichwan menambahkan bahwa untuk pasien kanker yang dibiopsi akan diajak berbicara dan diperiksa sebelum melakukan terapi. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pasien seperit harus bisa berjalan sendiri dan bisa memakai baju sendiri.

Inilah perlunya edukasi mengenai kanker dan penyembuhannya karena dokter bisa tangani semua efek sampingnya. Para dokter tidak akan membiarkan pasien terus mengalami efek samping.

"Biasanya kami akan memberikan obat yang cocok dengan jenis efek sampingnya," tutur Ichwan.

Tak ketinggalan, salah satu survivor kanker, Esterina Sutiono, berbagi cerita bagaimana ia menghadapi kemoterapi. Ia juga menyuarakan untuk tidak takut pada kemoterapi sebagai jalan pengobatan.

"Saya muntah hanya satu kali, itu pun karena saya rasa maag saya kambuh saat itu. Selama saya menjalani program kemo saya masih bisa melakukan aktivitas biasa bahkan berenang," kata Esterina Sutiono.

Menjaga pola hidup sehat dan berpikir positif diakuinya menjadi salah satu hal terpenting. "Menghadapi kemoterapi yang perlu dipersiapkan itu mentalnya. Sisi psikologis itu yang harus diperkuat," ujar perempuan yang akrab disapa Ester ini.

Pasien kemoterapi memang tidak akan 100 persen pulih, tetapi ini tergantung pada masing-masing indivisu. Namun, jangan pernah takut untuk menjalani terapi ini sebagai upaya sembuh dari kanker.

(vit/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit