
-
Rabu 23/05/2012 12:58 WIB
'Gadis Mutan', Tubuhnya Keluarkan Panas yang Bisa Membakar -
Rabu 23/05/2012 13:18 WIB
Ramuan Tradisional Unik yang Konon Ampuh Bikin Perkasa -
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 11:47 WIB
On Clinic Berusaha Mengajak Pria ke 'Jalan yang Benar' -
Rabu 23/05/2012 10:46 WIB
Tradisional dan Tak Masuk Akal, Tapi Mak Erot Tetap Disuka - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,049.000
-
Rp 469.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Menjadi Vegetarian yang Benar
- Ciri-ciri Gangguan Bipolar
- Impian Asuransi Nasional untuk Semua Rakyat
- Gawat, Virus Flu Burung di Indonesia Sudah Bermutasi
- Demensia (pikun)
Info Penyakit :
- Citicoline
- Antalgin 500 mg
- Ciprofloxacin
Info Obat :
Boleh Tua Tapi Jangan Pikun
Rizaldy Pinzon - detikHealth
Ilustrasi (Foto: ehow)

Menjadi tua adalah pasti. Tapi lebih enak kalau tua tanpa menjadi pikun. Demensia atau pikun adalah hal yang paling ditakuti orang ketika menjadi tua. Kenali gejalanya agar bisa menjalani hari tua tanpa pikun.Bapak Cokro (72 tahun) masuk ke ruang praktek dokter dengan anaknya. Sekilas ia tampak normal, berjalan tanpa bantuan, dan dapat mandiri. Dokter bertanya, 'Ada keluhan apa bapak?'. Anaknya menjawab, 'Sekarang ini bapak mudah lupa'. Dokter melakukan pemeriksaan kepada bapak Cokro, dan melanjutkan dengan tes neuropsikologi singkat.
Dokter bertanya 'Bapak memiliki putra berapa?' Pak Cokro dengan cepat menjawab, 'Putra saya lima dok'. 'Siapa nama putra bapak yang nomor tiga?', tanya dokter. Setelah berpikir lama, dengan tersenyum Pak Cokro menjawab, 'Namanya Wawan, dok'. Dokter melirik putra yang mengantar Pak Cokro. Putranya menjawab dengan gelengan kepala, dan memberi isyarat bila jawaban Pak Cokro salah. Dokter kembali bertanya, 'Pak, berapa 100 dikurang 7?' Pak Cokro berpikir sebentar dan menjawab, 'Ya 97 dok'.
Cerita diatas dan hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa Pak Cokro mengalami demensia. Demensia adalah terminologi medis untuk pikun. Demensia menunjukkan adanya kemunduran yang progresif dari proses memori dan intelektual otak.
Berbagai fungsi otak seperti berbahasa, orientasi, kalkulasi atau berhitung, berpikir abstrak, dan pengambilan keputusan dapat terganggu. Pada tahap yang lebih lanjut, penderita pikun juga tidak dapat merawat dirinya sendiri. Gejala pikun tidaklah serta merta muncul pada sebagian besar kasus. Pada umumnya gejala telah muncul beberapa tahun sebelumnya, dan diawali dengan mudah lupa.
Mengenal Demensia
Demensia mulai dikenal secara luas, ketika pada tahun 1995 mantan Presiden Amerika Serikat Ronald Reagen mengumumkan secara terbuka bahwa ia terkena demensia Alzheimer. Ronald Reagen menggambarkan kondisinya seperti perjalanan menuju ke arah senja kehidupan. Pada tanggal 6 Februari 2000 Reagen merayakan ulang tahunnya yang ke 89, dan pada saat itu Reagen sudah tidak mengenal siapapun kecuali istrinya, Nancy Reagen.
Demensia merupakan kemunduran proses intelektual yang terjadi secara bertahap, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari penyandangnya. Kejadian demensia akan semakin meningkat dengan pertambahan usia. Kejadian demensia adalah 1,4% pada usia 65-69 tahun, 2,8% pada usia 70-74 tahun, 5,6% pada usia 75-79 tahun, dan 23,6% pada usia 85 tahun. Sebagian kasus demensia adalah demensia Alzheimer. Semakin tua seseorang akan semakin rentan untuk terkena demensia.
Penyebab demensia terbanyak adalah demensia Alzheimer. Penyebab lain demensia adalah demensia vaskuler (akibat gangguan pembuluh darah otak), demensia akibat penyakit parkinson, dan demensia sekunder akibat obat atau penyakit infeksi.
Penyakit Alzheimer ditemukan pertama kali tahun 1906 oleh dokter Alois Alzheimer. Usia tua merupakan faktor penyebab utama muncunya demensia. Faktor risiko lain adalah riwayat keluarga, yang ditunjukkan dengan pewarisan gen ApoE. Faktor risiko lain munculnya demensia adalah trauma kepala, stroke, diabetes, hipertensi, dan pemakaian obat-obatan tertentu.
Gejala Demensia
Gejala awal demensia ditandai oleh mudah lupa. Mudah lupa ini ada yang bersifat beniga atau mudah lupa wajar, dan bersifat maligna atau mudah lupa yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
Gejala yang sering dikeluhkan adalah lupa nama, lupa janji, lupa menaruh benda, lupa nama peristiwa, dan sebagainya. Pada kondisi ini aktivitas sehari-hari masih dapat dilakukan dengan baik, Gejala yang khas dan paling sering dilaporkan dari berbagai penelitian adalah lupa menaruh barang, sehingga muncul lelucon bahwa pada tahap ini seseorang akan mengikuti cabang olahraga baru yaitu 'mencari-cari kacamata'.
Gejala akan berlanjut menjadi mudah lupa yang maligna, suatu kondisi yang disebut dengan Mild Cognitive Impairment. Pada kondisi ini mudah lupa semakin menjadi-jadi. Keluhan tidak hanya disampaikan oleh pasien, namun juga oleh banyak orang di sekitarnya. Aktivitas rutin harian masih normal, tetapi ada gangguan sedikit dalam aktivitas yang kompleks misalnya berbelanja. Kondisi ini di banyak kultur masih sering dianggap wajar, 'bila sudah tua, ya wajar mudah lupa”'. Anggapan tersebut kurang tepat. Bila ditemukan pada tahap ang dini, demensia dapat diperlambat.
Bila penyakit berlanjut, maka akan muncul gejala demensia. Gejala yang umum dijumpai adalah gangguan memori dan ketidakmampuan mempertahankan informasi yang baru. Memori yang terganggu pada umumnya adalah memori jangka pendek. Pada tahap ini pasien seringkali menunjukkan gangguan perilaku, mudah curiga, marah-marah, sering berbohong, dan perilaku lain yang tidak wajar. Aktivitas harian mulai terganggu. Pada tahap yang lebih lanjut sering dijumpai gangguan tidur malam hari, kesulitan menemukan kata-kata, dan kehilangan kontrol atas buang air kecil dan buang air besar. Pada tahap akhir penyakit, pasien lebih banyak di tempat tidur dan sepenuhnya tergantung pada bantuan orang lain.
Penanganan Demensia
Prinsip utama penanganan adalah menemukan kasus sedini mungkin. Semakin awal kasus demensia ditemukan, semakin baik harapannya. Kasus yang ditemukan pada stadium Alzheimer memiliki prognosis yang lebih buruk daripada bila ditemukan pada stadium mudah lupa.
Banyak tes neuropsikologi sederhana yang dapat dikerjakan pada pasien. Tes ini akan memakan waktu yang bervariasi, mulai dari 5 menit sampai 1 jam. Lamanya waktu akan sangat terganung pada kompleksitas tes. Beberapa tes yang sangat terkenal adalah MMSE (Mini Mental State Examination), Short Blessed Test, dan Clock Drawing Test. Pemeriksaan penunjang perlu dilakukan untuk melihat kemungkinan penyebab sekunder. Tes laboratorium untuk melacak infeksi seringkali dikerjakan, demikian pula pemeriksaan radiologi (CT scan kepala atau MRI).
Terapi meliputi terapi farmakologi (dengan obat) dan non farmakologi (tanpa obat). Terapi farmakologi terutama ditujukan untuk memperbaiki gejala dan menghambat perkembangan penyakit. Terapi yang seringkali diberikan adalah untuk memperbaiki gejala mudah lupa, sulit berbahasa, depresi, agitasi, dan gangguan tidur. Terapi non obat meliputi edukasi pada pasien dan keluarga, membuat catatan dan titian ingatan, terapi rekreasional, dan brain exercise.
Titian ingatan seringkali membantu pasien untuk mengingat. Terapi rekreasional yang paling dianjurkan adalah dengan berkumpul bersama kelompokya. Hal ini dapat dicapai dengan tetap mengikuti kegiatan sosial, bertemu teman lama, menghadiri reuni. Saling berbagi cerita akan membantu proses ingatan.
Sedangkan senam otak (brain gym) adalah metode gerakan-gerakan tubuh yang mengaktivasi fungsi otak. Berbagai penelitian membuktikan peningkatan fungsi dan aktivitas otak akibat gerakan-gerakan senam tersebut. Brian gym ini telah banyak dipelajari dan sudah banyak diterapkan (bahkan dalam bentuk perkumpulan).
Prinsip utama penanganan demensia adalah 'Use it or lose it', sehingga asahlah otak ini terus menerus. Boleh tua, tapi jangan pikun.

dr Rizaldy Pinzon, Mkes, SpS
Dokter, bekerja dan tinggal di Yogyakarta,
Tim Stroke RS Bethesda Yogyakarta
medido
(ir/ir)
BACA JUGA :









