Tidak banyak yang mengetahui penyebab bau mulut selama bulan puasa.Penelitian pada umumnya menyatakan bau mulut disebabkan oleh kurang terjaganya kebersihan gigi dan mulut.Sisa-sisa makanan yang menempel kemudian membusuk, mengundang bakteri dan kuman jahat untuk membentuk lapisan plak sebagai tempat hidup.Plak tersebutlah yang menjadi biang kerok semua masalah mulut.
Tetapi ketika berpuasa, asupan makanan Anda berkurang. Bahkan di siang hari, Anda tidak mengkonsumsi apa pun. Dengan demikian, bukankah seharusnya Anda bebas dari bau mulut?
"Meskipun asupan makanan berkurang selama puasa, plak masih dapat mengintai.Apalagi dengan produksi saliva(air liur) yang berkurang atau lebih kental, plak malah lebih cepat terbentuk.Karena itu, jangan kurangi rutinitas membersihkan gigi dan mulut Anda.Selain itu,penyebab-penyebab lain yang berpotensi membuat Anda mengalami bau mulut adalah sinusitis, gangguan pencernaan, atau diabetes," terang Prof. Dr.drg. Melanie Sadono Djamil, MBiomed, dokter gigi yang mendalami bidang ilmu biomedis dan biologi oral.
Lebih lanjut, beliau mengatakan dalam keadaan normal pun mulut selalu menjadi tempat hidup beragam bakteri yang berfungsi membantu pencernaan makanan.Jika sehabis sahur, gigi dan mulut tidak dibersihkan dengan baik, sisa makanan dapat menumpuk dan membusuk di dalam rongga mulut. Itulah kenapa bakteri akan dengan mudah membentuk plak yang menjadi sumber segala masalah kesehatan gigi dan mulut.
Meskipun kegiatan mengkonsumsi makanan selama puasa menjadi berkurang, namun hal ini tidak menjadi jaminan Anda akan aman dari bau mulut. Sebaiknya, Anda tetap memprioritaskan kebersihan dan kesehatan mulut selama berpuasa.Tenang saja, ada beberapa trik membersihkan gigi dan mulut yang baik selama Anda menjalankan puasa.
“Beri jeda beberapa menit setelah sahur, kemudian lakukan flossing dan sikat gigi.Lalu tunggu beberapa menit hingga kondisi air liur normal kembali, kemudian kumur.Sempurnakanlah perawatan gigi dan mulut Anda dengan bantuan mouthwashdan gunakanlah seperlunya.Ada baiknya memilih mouthwash yang mengandung bahan alami yang aman, namun efektif untuk penggunaan sehari-hari,” terang Prof. Dr.drg. Melanie Sadono Djamil, MBiomed.
Penggunaan mouthwash diperlukan untuk menjangkau sela-sela terdalam gigi dan rongga mulut yang tidak terjangkau dengan menyikat gigi.Selain itu, mouthwash juga memiliki kandungan antiseptik yang mampu menembus lapisan plak dan membunuh kuman penyebab bau mulut.Ada baiknya juga Anda berkumur dengan mouthwash sebelum tidur dan setelah sahur agar kesegaran mulut senantiasa terjaga.
Bagi Anda yang baru pertama kali menggunakan mouthwash, akan terasa sensasi yang berbeda di dalam mulut. Namun, jangan khawatir karena Anda sedang bertransformasi menjadi lebih baik dan proses ini butuh waktu. Menurut penelitian, seseorang setidaknya butuh 21 hari untuk membentuk kebiasaan baru.Hal ini juga berlaku untuk mengubahkebiasaan perawatan gigi dan mulut Anda, dari yang hanya menyikat gigi, kini mulai melengkapinya dengan mouthwash.
Untuk perawatan gigi dan mulut yang lebih lengkap, Anda bisa mulai mencoba menggunakan LISTERINE. Berkumurlah dengan 20 ml LISTERINEselama 30 detik seusai menyikat gigi setelah sahur dan berbuka puasa. Setelah 1 hari pemakaian, nafas Anda akan langsung terasa lebih segar. Setelah 7 hari, gigi akan menjadi lebih bersih. Gusi Anda juga akan menjadi lebih sehat setelah 14 hari. Dan dalam 21 hari pemakaian LISTERINE, gigi Anda akan menjadi lebih kuat.

LISTERINE hadir dengan banyakpilihan untuk membantu perawatan gigi dan mulut, memberikan nafas segar sepanjang hari, serta membantu Anda meningkatkan kepercayaan diri selama bulan puasa. LISTERINE juga merupakan mouthwash dengan kandungan berbahan alami yang terdapat di dalam 4 essential oil (minyak atsiri), yaitu menthol, eucalypthol, thymol dan methyl salicylate.Keempat essential oil inilah yang terbukti mampu menembus ke dalam lapisan plak, membunuh 99.9% kuman penyebab bau mulut, plak dan gigi berlubang.
Ada pilihan LISTERINE Natural Green Tea bagi Anda yang menyukai rasa lebih ringan, LISTERINECool Mint cocok untuk Anda yang suka rasa segar dan sejuk di mulut, dan ada pula inovasi terbaru, LISTERINE Multi Protect yang memberikan perlindungan lengkap dari 6 masalah gigi dan mulut.
"Selain itu, tetap perhatikan pola makan seimbang saat sahur dan hindari makanan-makanan yang dapat memicu aroma tak sedap pada mulut, contohnya seperti makanan dengan kandungan protein berlebih. Protein jika dicerna dapat menimbulkan gas sulfur yang mempertegas aroma tak sedap pada mulut. Lebih baik Anda meningkatkan konsumsi sayur dan buah, serta jangan lupa minum air yang cukup,” tutupProf. Dr.drg. Melanie Sadono Djamil, MBiomed.
Rayakan kemenangan di bulan puasa ini bersama LISTERINE di “Tantangan 21 Hari LISTERINE Menuju Kemenangan”dan Anda dapat kolaborasi di lagu baru TULUS dan RAN berjudul Kemenangan. Dapatkan kesempatan liburan bareng artis idolamu, puluhan IPAD Mini dan ratusan voucher belanja.Nafas jadi segar, gusi dan gigi sehat,lebih percaya diri, dan Ramadan jadi lebih berkah.Ayo mulai transformasimu sekarang dan taklukan setiap tantangannya di www.listerineindonesia.com.
Tentang Dokter
Prof. Dr.drg. Melanie Sadono Djamil, MBiomed

Dokter anggota pengurus besar PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) Divisi Litbang ini mendalami bidang biomedis dan biokimia.Secara berkelanjutan, beliau juga melakukan berbagai penelitian di bidang kesehatan gigi dan mulut, serta saliva.Selain sering menjadi pembicara utama untuk konferensi kesehatan gigi di dalam dan di luar negeri, beliau sempat mengabdikan diri sebagai Dekan FKG (Fakultas Kedokteran Gigi)USAKTI.Sampai saat ini, beliau masih mengajar sebagai guru besar untuk subyek utama pada Ilmu Kedokteran –Kedokteran Gigi Dasar, khususnya ilmu biokimia serta biologi oral.
(adv/adv)











































