Sebagai salah satu produsen yang disebut-sebut dalam pemberitaan mengenai pembalut dengan bahan pemutih atau klorin, PT Softex Indonesia memberikan klarifikasi secara resmi melalui siaran persnya. Berikut ini penjelasan selengkapnya:
1. Produk pembalut dan pantyliner dari PT Softex Indonesia sudah mendapatkan Nomor Izin Edar dari Kementerian Kesehatan RI yang sebelumnya telah melalui proses evaluasi berupa proses uji laboratorium.
Produk pembalut dan pantyliner PT Softex Indonesia juga sudah lolos uji laboratorium di Balai Besar POM RI. Izin edar produk selalu tercantum di setiap kemasan produk pembalut dan pantyliner.
2. PT Softex Indonesia menyatakan tidak menggunakan klorin dalam proses produksinya. Pulp yang menjadi bahan utama pembuatan pembalut dan pantyliner melalui proses pembuatan bebas klorin. Dengan demikian, produk-produk dari PT Softex Indonesia aman untuk digunakan.
3. Selain di Indonesia, PT Softex Indonesia juga melakukan ekspor produk pembalut dan pantyliner ke 36 negara di dunia dengan standar keamanan yang ketat di setiap negara. Selama ini proses ekspor produk telah menjalani berbagai uji di negara terkait dan semuanya dilalui dengan sangat baik.
Terkait pengaruh pembalut dan pantyliner terhadap kesehatan organ kewanitaan, PT Softex Indonesia mengimbau konsumen Indonesia untuk membiasakan diri mengganti pembalut dan pantyliner setiap tiga jam sekali.
Ini dikarenakan pemakaian pembalut dan pantyliner yang terlalu lama akan meningkatkan resiko munculnya bakteri. Diharapkan konsumen Indonesia juga lebih menyadari pentingnya menjaga kesehatan organ kewanitaan.
Sesuai dengan visi dan misi perusahaan, PT Softex Indonesia akan selalu memberikan produk dengan kualitas terbaik kepada konsumen dan keluarga Indonesia.
(adv/adv)










































