Jumat, 18 Sep 2015 00:00 WIB

Abaikan Gigi Berlubang, Masalah yang Lebih Serius Menanti

Advertorial - detikHealth
Jakarta -

Rasa sakit, 'senut-senut' pada gigi yang tak kunjung hilang biasanya menjadi alarm bagi diri Anda bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada organ pencerna ini. Anda kemudian baru berpikir, "Oh, mungkin gigi saya berlubang". Tapi apakah tindakan yang tepat seperti mengunjungi tenaga medis langsung dilakukan? Biasanya tidak.

Rasa sakit pada gigi, terlepas dari apapun sebabnya masih dianggap sebagai masalah kesehatan yang sepele. Penanganan seringkali dilakukan secara sederhana saja di rumah. Misalnya dengan mencari lokasi gigi yang sakit, kemudian menggunakan minyak cengkih untuk meredakan sakit sementara, atau berkumur dengan larutan garam hangat.

Ada juga yang mengatasi dengan meminum obat yang fungsinya sebagai pain killer. Setelah sakit reda, sudah saja tidak ada penanganan lebih lanjut yang dilakukan. Hal ini jelas salah karena penanganan sederhana hanya berfungsi sementara.

"Sumber nyerinya harus dicari, harus tetap ke dokter. Apalagi jika menggunakan pain killer. Obat ini efeknya sementara tapi biasanya setelah sakit hilang orang tidak ke dokter. Akibatnya sumber sakitnya tidak terobati, lama-lama menjadi parah dan penggunaan pain killer-nya jadi tidak terkontrol," ujar drg. Dr. Mochamad Fahlevi Rizal, SpKGA(K), praktisi kesehatan gigi.

Masalah kesehatan gigi apapun itu bentuknya tidaklah sepele. Gigi merupakan salah satu organ yang membantu pencernaan. Rusaknya struktur jaringan gigi akan mempengaruhi kesempurnaan pencernaan. Gigi memang merupakan bagian tubuh paling keras karena ada mineral alami bernama email yang melindunginya. Tapi ketika berlubang, artinya email gigi rusak dan untuk pembentukannya kembali butuh waktu lama.

Proses kerusakan pada gigi berlubang juga dapat meluas, menjadi semakin dalam dan akhirnya gigi tidak dapat terselamatkan. Gigi yang sudah busuk atau mati harus dicabut. Anda pun kehilangan satu gigi.

Gigitan antara gigi atas dan bawah tidak baik sehingga mengunyah menjadi sulit dan terasa tidak nyaman. Selain itu mempengaruhi estetika. Mengabaikan gigi berlubang juga memiliki efek jangka panjang bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Selain masalah kurang baiknya pencernaan.

"Pada gigi berlubang berarti ada akumulasi bakteri buruk yang meningkat. Jumlah lebih banyak dan aktif. Ini bisa menyebar ke mana saja. Bisa ke gigi sebelahnya atau misal bakteri cocok dengan bakteri buruk yang di organ dalam lain seperti jantung dan paru-paru, terjadi yang namanya streptococcus mutan. Timbul masalah infeksi di organ tersebut," terang dokter gigi yang juga menekuni kesehatan dan perawatan gigi anak ini.

Sangat dimengerti jika banyak orang menghindari datang ke dokter gigi untuk menyembuhkan masalah pada organ tersebut karena ketidak tahuan, takut atau tidak ingin mengeluarkan biaya mahal. Karena itu, dari pada mengobati, menghabiskan banyak waktu dan biaya, ada baiknya untuk mencegah.

Caranya sederhana saja. Cukup dengan memperhatikan kebersihan gigi dan mulut. Selain itu, mengkonsumsi makanan yang baik. “Sikat gigi minimal dua kali sehari. Waktunya pada pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Jika diperlukan boleh juga menyikat gigi siang hari. Tambah satu kali lagi. Selain itu perhatikan, apakah permen, cokelat dan camilan manis perlu dikonsumsi?,” ujarnya lagi.

Mengingat berlubangnya gigi sangat erat kaitannya dengan bakteri buruk dalam mulut, penggunaan mouthwash berantiseptik juga dapat membantu. Mouthwash dengan karakteristik seperti ini dapat membantu mengurangi bakteri buruk dalam mulut. Biasanya agar efektif digunakan setiap setelah menyikat gigi.

LISTERINE® merupakan salah satu mouthwash dengan kandungan antiseptik alami yang mudah ditemui di pasaran. Kandungan antiseptiknya berupa empat minyak atsiri yaitu thymol, eucalyptol, menthol dan methyl salicilate. Kombinasi keempatnya efektif menembus lapisan biofilm plak dan mengurangi 99,9% bakteri buruk.

Selain itu, kandungan fluoridenya dapat membantu memelihara kekuatan email gigi. Sementara, kandungan zinc membuat plak tidak mudah terbentuk pada gigi. Berkumurlah dengan 20 ml cairan LISTERINE® selama 30 detik. Resiko terkena masalah gigi yang disebabkan oleh plak seperti gigi berlubang, karang gigi, gangguan dan infeksi gusi serta bau mulut akan lebih minim.

Tentang Dokter :

Dr. Mochamad Fahlevi Rizal, drg., SpKGA(K)



Dr. Mochamad Fahlevi Rizal, drg., SpKGA(K). Praktisi kesehatan gigi yang menekuni perawatan kesehatan gigi anak. Mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar dan staf akademik di Departemen Pediatric Dentistry, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia. Selain itu juga membantu pelayanan kesehatan gigi sebagai tenaga medis di Meilia Hospital – Cibubur, RS. Islam Jakarta - Cempaka Putih dan Klinik Gedong.

(adv/adv)