Lakukan Deteksi Dini untuk Mencegah Kanker Serviks

Lakukan Deteksi Dini untuk Mencegah Kanker Serviks

Advertorial - detikHealth
Selasa, 27 Sep 2016 00:00 WIB
Lakukan Deteksi Dini untuk Mencegah Kanker Serviks
Jakarta -

Kanker serviks merupakan jenis kanker ganas yang menyerang leher rahim atau serviks. Serviks adalah bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang vagina. Kanker serviks bisa terjadi karena infeksi virus bernama Human Papilloma Virus (HPV) yang berhasil masuk ke dalam area kewanitaan. Kanker serviks menular melalui kontak seksual. Wanita yang menikah dan melakukan hubungan seksual di usia belia atau kurang dari 20 tahun, lebih berisiko mengidap kanker serviks. Sering berganti pasangan seksual dan merokok juga meningkatkan risiko terserang kanker serviks

Kanker serviks tidak menimbulkan gejala di stadium awal. Gejala seperti pendarahan melalui vagina, keputihan abnormal (bercampur darah dan berbau), nyeri panggul, dan sulit buang air kecil akan timbul ketika kanker sudah sulit untuk disembuhkan. Sebenarnya, kanker serviks lebih mudah disembuhkan dibandingkan dengan semua jenis kanker. Lakukanlah skrining sejak dini untuk mendeteksi dan mencegah kanker serviks

Periksa Sebelum Timbul Gejala

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena gejalanya tidak timbul di stadium awal, maka lakukan skrining untuk mendeteksinya. Dengan skrining penderita akan lebih cepat ditangani, serta memiliki harapan sembuh yang lebih besar. Saat ini ada beberapa metode skrining yang sudah dikenal, di antaranya:

1. Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA)

Ini merupakan metode paling sederhana, cepat, dan murah. Cukup mengoleskan larutan asam asetat 3-5% ke serviks. Dalam 10 menit, bisa langsung diketahui hasilnya. Jika menunjukkan bercak putih, kemungkinan ada kelainan di sel serviks. Namun, pemeriksaan ini memiliki sensitivitas yang lebih rendah dibandingkan dengan metode pemeriksaan lain.

2. Pemeriksaan Sitologi (Pap Smear)

Pap Smear merupakan metode pemeriksaan untuk melihat adanya perubahan morfologi (bentuk dan fungsi) sel-sel serviks dengan teknik pewarnaan Papanicolau. Bahan pemeriksaan untuk Pap Smear diambil melalui liang vagina. Selanjutnya akan dilakukan pengamatan bahan pemeriksaan di bawah mikroskop. Terdapat dua macam jenis Pap Smear, yaitu Pap Smear Konvensional dan Sitologi Serviks Berbasis Cairan (SSBC).

Sitologi Serviks Berbasis Cairan merupakan metode baru. Gunanya untuk meningkatkan keakuratan deteksi kelainan sel-sel serviks. Pada metode ini, bahan pemeriksaan dimasukkan ke dalam cairan khusus untuk memisahkan sel atau faktor penggangu lainnyasebelum dilihat di bawah mikroskop.

3. Pemeriksaan HPV-DNA

Ini merupakan metode pemeriksaan molekuler yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Human Papilloma Virus pada sel-sel yang diambil dari serviks. Pemeriksaan jenis ini untuk digunakan untuk melengkapi Pap Smear.

Lakukan Skrining Jika Pernah Berhubungan Seksual

Skrining dianjurkan untuk semua wanita yang pernah melakukan hubungan seksual. Jika anda berusia kurang dari 21 tahun, sebaiknya lakukan skrining dengan Pap Smear 3 tahun setelah hubungan seksual pertama. Apabila hasilnya normal, tetap harus dilakukan skrining selanjutnya setiap satu tahun sekali.

Namun jika anda berusia atara 21-30 tahun, skrining dengan Pap Smear sebaiknya dilakukan setiap tahun atau sesuai dengan saran dokter apabila terdapat hasil yang tidak normal. Sementara jika anda berusia lebih dari 30 tahun, lakukan pemeriksaan dengan Pap Smear dan lengkapi dengan HPV-DNA secara berkala.

Bagi wanita yang telah diangkat rahimnya, skrining kanker serviks juga masih diperlukan. Sama halnya dengan wanita yang sudah divaksinasi untuk mecegah kanker serviks. Keduanya tetap harus melakukan skrining karena vaksin saat ini hanya melindungi diri dari 2 tipe HPV saja. Dengan begitu, masih ada kemungkinan terserang HPV tipe lainnya yang mampu berkembang menjadi kanker serviks.

Skrining kanker serviks dapat dilakukan kapan saja. Kecuali jika Anda dalam keadaan menstruasi. Waktu skrining terbaik adalah dua minggu setelah hari pertama menstruasi, serta tidak diperbolehkan melakukan hubungan seksual tiga hari sebelum pemeriksaan.Segera lakukan skrining secara rutin untuk deteksi dini kanker serviks. Semakin dini terdeteksi, semakin tinggi pula peluang sembuhnya.

Anda bisa mengunjungi www.prodia.co.id untuk informasi lebih lanjut tentang skrining kanker serviks.

(adv/adv)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads