Senin, 30 Jan 2017 00:00 WIB

Ini Bahaya yang Ditimbulkan Jika Lama Terpapar AC

adv - detikHealth
Jakarta -

Air conditioner (AC) memang dibutuhkan untuk menyejukkan ruangan, terutama saat kondisi cuaca di luar sedang panas. Oleh karenanya, berbagai gedung hingga transportasi publik di Indonesia telah dipasang AC.

Akibatnya, hampir setiap hari tubuh kita terpapar AC. Lebih dari 8 jam sehari, kita bekerja di ruangan ber-AC. Ditambah lagi, jika pergi ke kantor dengan mobil dan kendaraan umum, seperti bis atau kereta yang juga telah dipasang AC. Bahkan, banyak orang sudah terbiasa tidur di ruangan ber-AC.

Tahukah Anda, terlalu lama terpapar AC bisa mengganggu kesehatan kulit? Salah satu masalah yang ditimbulkan adalah dehidrasi kulit. Hal itu dikarenakan rendahnya kelembapan udara di ruang ber-AC, yaitu 30% - 60%. Sementara menurut BMKG, kelembapan udara di Indonesia berkisar antara 55% -100%.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Goad, N dan Gawkrodger, DJ, setiap hari berada di lingkungan yang kering, seperti di dalam ruangan ber-AC, dapat mengakibatkan gangguan pada struktur kulit dan timbulnya kerutan halus yang disebabkan kurangnya kandungan air di lapisan terluar pada kulit.

Faktanya, kulit memerlukan adaptasi terhadap perubahan suhu saat berada di dalam ruangan ber-AC dan di lingkungan luar. Perubahan suhu yang terjadi secara drastis merupakan pemicu utama terjadinya gangguan pada kulit, kulit menjadi dehidrasi dan kering.

Dilansir dari water.usgs.gov (2/12/2016), 55% tubuh wanita dewasa terdiri atas cairan dan sebanyak 20%-nya tersimpan di kulit. Jika kadar air pada kulit terluar kurang dari 10% (kondisi normalnya mencapai 30%), maka kulit bisa mengalami dehidrasi. Dehidrasi kulit mengacu pada kadar air pada kulit, sedangkan pada jenis kulit berminyak atau kering, mengacu pada kadar minyak/sebum pada kulit. Maka, dehidrasi kulit dapat terjadi pada semua jenis kulit (kering, normal, berminyak, atau kombinasi).

Tidak hanya itu saja, ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya dehidrasi kulit. Faktor itu di antaranya adalah kurang asupan cairan, udara kering (kelembapan udara rendah), dan kurangnya Natural Moisturizing Factor (NMF) pada kulit.

Perlu Anda ketahui, bagian terluar pada kulit (stratum corneum) memiliki kemampuan untuk mempertahankan kadar air yang dibutuhkan oleh kulit. Bagian terluar kulit mengandung NMF yang berfungsi mengikat air di kulit dan mempertahankan hidrasi kulit. Ketika mengalami dehidrasi, kulit berubah menjadi kasar, pecah-pecah, terasa gatal, keriput, bahkan jika dibiarkan terlalu lama bisa memicu penuaan dini.

Namun Anda tidak perlu merasa khawatir, ada satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah dehidrasi pada kulit. Caranya, dengan meningkatkan dan menjaga jumlah NMF yang merupakan faktor pelembap alami pada kulit.

Elektrolit merupakan mineral yang diperlukan dalam proses pembentukan NMF. Pasalnya 31% kandungan NMF terdiri atas elektrolit. Oleh karena itu, penuhi kebutuhan elektrolit harian dengan IONESSENCE. IONESSENCE mengandung air dan elektrolit yang dibutuhkan dalam proses produksi NMF.

Uniknya, kandungan elektrolit IONESSENCE mirip dengan kandungan elektrolit NMF yang dapat membantu mencegah dehidrasi kulit. Saatnya jaga kelembapan kulit dengan IONESSENCE. Untuk informasi lebih lengkap, cek di sini.

(adv/adv)