Lantas, jenis kulit apakah yang rentan terhadap dehidrasi?
Semua tipe kulit bisa terkena dehidrasi. Mulai dari kulit normal, kering, berminyak, hingga kombinasi. Dehidrasi kulit mengacu pada kadar air dalam kulit, sedangkan kulit berminyak dan kering mengacu pada kadar minyak atau sebum pada kulit.
Kondisi normal kadar air pada lapisan terluar kulit adalah 30%. Apabila kadar air pada lapisan terluar kulit kurang dari 10%, hal tersebut akan mengakibatkan dehidrasi kulit. Sebenarnya kulit mampu mempertahankan kadar airnya sendiri dengan menjaga pelembap alami pada kulit yang disebut Natural Moisturizing Factor (NMF) yang terdapat di lapisan kulit teluar atau disebut stratum corneum.
Jika Anda sudah merasakan tanda-tanda dehidrasi kulit, segera ikuti tiga tips sederhana ini:
Kurangi mandi dengan air panas
Memang mandi dengan air panas bisa membuat tubuh Anda terasa lebih nyaman, terlebih jika Anda sebelumnya tidur di ruangan ber-AC. Namun, mandi dengan air panas terlalu sering tidaklah baik untuk kesehatan kulit.
Air panas bisa menghilangkan pelembap alami pada kulit atau yang sering disebut dengan Natural Moisturizing Factor (NMF). Jika NMF yang bertugas untuk menangkap dan mengikat air pada kulit berkurang, hal ini akan mengakibatkan dehidrasi kulit.
Jangan menghabiskan banyak waktu di ruangan ber-AC
Ruangan ber-AC memiliki kadar kelembapan sekitar 30% hingga 60%. Sementara menurut BMKG kelembapan udara di Indonesia berkisar antara 55% hingga 100%. Penelitian yang dilakukan oleh Goad, N dan Gawkrodger, DJ, mengungkapkan bahwa jika seseorang berlama-lama di ruangan ber-AC dapat mengakibatkan gangguan pada struktur kulit dan timbulnya kerutan halus. Hal ini disebabkan kurangnya kandungan air di lapisan terluar pada kulit.
Pasalnya, kulit memerlukan adaptasi terhadap perubahan suhu saat berada di dalam ruangan ber-AC dan di lingkungan luar. Perubahan suhu yang terjadi secara drastis menjadi pemicu utama terjadinya gangguan pada kulit, yakni kulit menjadi dehidrasi.
Konsumsi minuman elektrolit
Sebenarnya kulit tidak hanya membutuhkan air saja, namun kulit juga membutuhkan elektrolit untuk menjaga kandungan airnya. Elektrolit sangat penting untuk proses produksi NMF. Ini dikarenakan 31% dari NMF mengandung elektrolit. Salah satu cara yang paling mudah untuk membantu produksi NMF adalah dengan meminum minuman elektrolit rendah kalori.
IONESSENCE dari Pocari Sweat adalah minuman elektrolit rendah kalori yang dapat mencegah dehidrasi kulit. Kandungan air dan elektrolit dalam IONESSENCE dapat membantu proses produksi NMF sehingga kulit dapat terjaga kelembapannya. Untuk info lebih lengkap mengenai dehidrasi kulit, klik di sini. (adv/adv)











































