Penyakit asam urat tentu sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Asam urat juga rentan dialami oleh orang-orang yang menderita obesitas, diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal kronis.
Selain itu, beberapa makanan juga berisiko menyebabkan asam urat dan menyisakan zat purin antara lain jeroan, makanan laut, daging merah, dan alkohol. Zat purin merupakan zat di dalam bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup
Penumpukan zat purin dari sisa makanan yang Anda konsumsi ternyata menjadi faktor utama penyebab asam urat. Jika kondisi ini dibiarkan begitu saja, maka dapat mengakibatkan kelumpuhan, gagal ginjal, hingga merenggut nyawa Anda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Normalnya, asam urat wanita berkisar antara 2,6 – 6,0 mg/dL. Sementara pria berkisar antara 3,5 – 7,0 mg/dL. Bila asam urat sudah terlampau tinggi, segera atasi dengan empat tanaman obat di bawah ini:
1. Elephant Scaber (Tapak Liman)
![]() |
2. Sida Rhombifolia (Sidaguri)
![]() |
3. Phaleria Macrocarpa (Mahkota Dewa)
![]() |
4. Sonchus Arvensis Folium (Tempuyung)
![]() |
Namun bila Anda kesulitan untuk menemukan empat tanaman obat itu, sediakan Jamtik untuk mengatasi masalah asam urat Anda. Jamtik terbuat dari hasil fermentasi nektar madu, gula aren, dan air hexagonal.
![]() |
Dalam proses pembuatannya, PT Mahkotadewa Indonesia (MDI) bekerja sama dengan Nanotech Indonesia untuk menggunakan teknologi nano.
Teknologi itu dapat membuat hasil ekstrak menjadi partikel sangat kecil menyerupai sel manusia sehingga menghasilkan ramuan cepat diserap oleh tubuh dan khasiatnya bisa cepat Anda rasakan.
![]() |
PT Mahkotadewa Indonesia selaku produsen Jamtik juga telah memenuhi sertifikasi standar international good manufacturing practices (GMP) dan juga telah memperoleh SNI Awards.
Harga satu botol Jamtik Rp 100 ribu. Disarankan untuk mengonsumsi Jamtik 3-4 kali sehari.
Atasi masalah asam urat dengan memesan Jamtik melalui telpon/SMS/WhatsApp di 081286865758. Informasi lebih lengkap dan promo hemat Jamtik silakan kunjungi www.jamtik.com Hasil yang didapat pada setiap individu bisa berbeda, tergantung kondisi fisik masing-masing individu. (adv/adv)

















































