Kenali Penyebab dan Bahaya Berat Badan Kurang pada Si Kecil

Kenali Penyebab dan Bahaya Berat Badan Kurang pada Si Kecil

adv - detikHealth
Kamis, 20 Jul 2017 00:00 WIB
Kenali Penyebab dan Bahaya Berat Badan Kurang pada Si Kecil
Jakarta -

Setiap ibu punya impian bahwa anaknya dapat tumbuh optimal dan memiliki masa depan terbaik. Untuk itu, ibu harus memastikan tumbuh kembang anak sesuai dengan tahap pertumbuhan sesuai usianya. Salah satunya adalah dengan memperhatikan berat badan anak.

Faktanya, banyak ibu yang tidak sadar bahwa anak bisa saja mengalami berat badan kurang atau underweight. Survei membuktikan tingkat prevalensi underweight masyarakat Indonesia cenderung naik dari 18,4% pada 2007 menjadi 19,6% pada 2013.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial dr. Ahmad Suryawan, Sp.A(K) mengatakan, ibu perlu waspada terhadap masalah berat badan kurang yang dapat terjadi pada anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berat badan kurang merupakan klasifikasi status gizi yang mengacu terhadap berat badan dan umur, sehingga si kecil dapat terindikasi berat badan kurang jika berat badannya di bawah rata-rata anak seusianya dengan mengacu pada kurva pertumbuhan Badan Kesehatan Dunia (WHO)," ujar dr. Wawan.

Perlu diketahui, berat badan kurang bisa memengaruhi perkembangan otak, pertumbuhan fisik, hingga organ metabolisme anak. Namun, temuan kasus berat badan kurang sendiri dapat berbeda-beda karena adanya beragam faktor yang memengaruhi sejak masa sebelum kelahiran hingga pascakelahiran.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik dr. Yoga Devaera Sp.A(K) juga angkat bicara soal permasalahan berat badan kurang pada anak.

"Secara langsung, berat badan kurang dapat dipengaruhi oleh asupan nutrisi, aktivitas fisik, gangguan metabolik atau penyakit tertentu, serta pengaruh genetik/keturunan, hingga faktor tidak langsung seperti lingkungan dan sosial ekonomi," jelas dr. Yoga.

Ia menambahkan, pola makan seperti menu yang tidak variatif, frekuensi makan, serta feeding style cenderung menjadi faktor dominan pada masalah berat badan kurang. Ibu bisa menambah asupan kalori pada anak agar intervensi gizinya tepat.

Misalnya dengan memberi makanan atau minuman tambahan yang mengandung sumber protein hewani dan minyak sayur seperti telur, ayam, ikan, dan susu

dr. Wawan juga berpesan agar ibu juga harus aktif berkunjung ke pusat pelayanan kesehatan seperti posyandu, puskesmas, klinik khusus ibu dan anak, hingga rumah sakit agar bisa melakukan pengukuran berat dan tinggi badan serta lingkar kepala secara tepat.

Data Penilaian Status Gizi di tahun 2015 menunjukkan angka 18,8% yang terdiri dari 3,9% gizi buruk dan 14,9% gizi kurang. Hal ini disebabkan karena ibu memiliki peran penting untuk memantau pertumbuhan anak secara teratur dan menyediakan asupan nutrisi seimbang agar terhindar dari masalah berat badan kurang.

Kondisi inilah mendorong PT. Nutricia Sarihusada untuk giat melakukan kampaye 'Waspada Berat Badan Kurang' kepada para Bunda. Lewat kampanye ini, ibu bisa mengenal masalah berat badan kurang pada anak, melakukan langkah tepat dengan memantau berat badan anak secara teratur, hingga aktif berkonsultasi kepada tenaga kesehatan.

"Beragam informasi bermanfaat untuk menjaga pertumbuhan si kecil agar optimal dapat diakses oleh para Bunda melalui kampanye Waspada Berat Badan Kurang pada media sosial Sarihusada - Nutrisi untuk Bangsa," kata Growth Care Manager Sarihusada, Anggi Morika.

Selain kampanye, Nutricia Sarihusada juga meluncurkan situs www.cekberatanak.id agar ibu dapat dengan mudah melakukan pemantauan terhadap berat badan anak.

"Tidak hanya melalui edukasi dan dukungan untuk saling menginspirasi, namun kami juga membantu Bunda dalam memantau berat badan optimal si kecil dengan mudah. Melalui www.cekberatanak.id para Bunda memiliki sarana untuk memantau pertumbuhan si kecil dan selanjutnya dapat berkonsultasi kepada tenaga kesehatan untuk nutrisi tepatnya," jelas Anggi.

Ayo, waspada berat badan kurang dengan cek berat anak di sini.

(adv/adv)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads