Banyak ibu yang mengalami kekhawatiran saat si Kecil dalam masa tumbuh kembang. Sebab tidak jarang orang-orang sekitar memberikan berbagai persepsi, misalnya dengan mengatakan bahwa si Kecil terlalu kurus untuk anak seusianya.
Jika sudah begini, maka ibu harus mengambil tindakan agar tidak mendengar persepsi yang bisa membuat khawatir dan sedih. Salah satunya adalah dengan mewaspadai berat badan kurang pada si Kecil.
Sebelumnya, ibu harus mengetahui mengenai berat badan kurang dan kategorinya. Caranya dengan menimbang berat badan secara rutin minimal 1 bulan sekali, terutama pada usia baru lahir hingga usia 5 tahun di pusat layanan kesehatan terdekat, seperti posyandu dan puskesmas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila hasil timbangan menunjukkan berat badan anak berada pada zona hijau muda, di bawah zona hijau tua, tandanya berat badan si Kecil di bawah normal. Hal ini berarti si Kecil berisiko mengalami berat badan kurang .
Namun bila berat badan berada di zona kuning atau di bawah zona hijau muda, tandanya si Kecil mengalami berat badan kurang. Segera periksakan ke petugas kesehatan jika berat badan si Kecil tidak mengalami kenaikan selama dua kali pemeriksaan rutin berturut-turut.
Selain menggunakan KMS, ibu juga dapat mewaspadai berat badan dan tumbuh kembang si Kecil dengan mengakses situs www.cekberatanak.id untuk memantau perkembangan berat badan si Kecil. Ibu cukup memasukkan data-data si Kecil berupa berat badan, tanggal lahir, dan tinggi badan untuk melihat status pertumbuhan si Kecil.
Berat badan kurang pada si Kecil dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang menyebabkan berat badan kurang pada si Kecil adalah faktor genetik atau keturunan, nutrisi, gangguan penyerapan yang disebabkan oleh penyakit, serta lingkungan. Faktor nutrisi bisa terjadi karena pola makan si Kecil yang tidak baik. Contohnya, asupan hariannya tidak optimal sehingga dapat memicu terjadinya berat badan kurang.
Ibu tidak boleh menyepelekan berat badan kurang pada si Kecil karena dapat menumbulkan dampak yang serius. Faktanya, kekurangan nutrisi merupakan penyebab langsung dan tidak langsung dari 45 persen kematian balita.
Hal tersebut dapat terjadi karena si Kecil mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh sehingga rentan mengalami penyakit infeksi. Untuk jangka panjangnya, berat badan kurang bisa membuat si Kecil tidak tumbuh optimal. Bahkan juga dapat berdampak pada perkembangan otak dan fisik seperti kemampuan daya pikir, interaksi sosial, dan kemampuan kerja di masa depan.
Cara mengantisipasi berat badan kurang pada si Kecil adalah dengan memperhatikan asupan kalori. Pastikan si Kecil mendapatkan kalori dan nutrisi yang cukup. Selain itu, kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral harus dipenuhi agar si Kecil tumbuh optimal.
Untuk si Kecil di bawah usia 6 bulan, ibu harus memberikan ASI yang cukup. Sedangkan untuk si Kecil di atas usia 6 bulan, di samping ASI, ibu dapat mengenalkan makanan pendamping ASI yang mengandung kalori, seperti bubur susu, nasi tim, biskuit, dan pisang.
Si Kecil yang berusia 1 tahun dapat diberikan asupan gizi yang lebih bervariasi, seperti nasi, kentang dan roti untuk sumber karbohidrat. Kemudian beri si Kecil ikan, ayam, telur, dan susu untuk sumber protein. Jangan lupa berikan buah-buahan seperti alpukat dan pisang yang mengandung kalori tinggi. (adv/adv)











































