Lifebuoy Galakkan Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah Dasar

Lifebuoy Galakkan Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah Dasar

Advertorial - detikHealth
Kamis, 18 Okt 2018 00:00 WIB
Lifebuoy Galakkan Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah Dasar
Edukasi mencuci tangan pakai sabun bersama-sama di SDN Rawa Barat 05, Jakarta Selatan (Foto: detikcom)
Jakarta -

Setiap tanggal 15 Oktober, masyarakat dunia merayakan Hari Cuci Tangan Sedunia atau Global Handwashing Day (GHD). Faktanya, belum banyak masyarakat yang paham mengenai bagaimana cara mencuci tangan menggunakan sabun dengan benar. Padahal mencuci tangan dengan benar berperan penting dalam kehidupan sehari-hari sehingga seseorang bisa mencegah berbagai penyakit infeksi yang dapat tertular melalui tangan.

Bagaimanakah langkah cuci tangan menggunakan sabun yang benar? Pertama, basahi tangan kemudian tuangkan beberapa tetes sabun cuci tangan dan gosok kedua telapak tangan. Kedua, pastikan telapak kanan di atas punggung tangan kiri dan sebaliknya.

Ketiga, bersihkan area sela-sela jari dengan memposisikan antartelapak dan antarjari saling terikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keempat, gosok memutar kanan dan kiri pada telapak kanan dan sebaliknya. Kelima, jempol kanan digosok memutar oleh telapak kiri dan sebaliknya. Terakhir, letakkan punggung jari pada telapak satunya dengan jari saling mengunci. Setelah selesai, bilas kembali dengan air dan keringkan menggunakan handuk atau tisu.

Edukasi tersebut dilakukan Lifebuoy dalam memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia 2018. Melalui gerakan 'Gabung Aksi Indonesia Merdeka dari Kuman' yang sudah dilakukan setiap tahun sejak 2011, Lifebuoy berkomitmen menyebarluaskan edukasi mengenai pentingnya kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CPTS). Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari komitmen Lifebuoy untuk menjadi mitra pemerintah dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).

Lifebuoy Galakkan Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah DasarLifebuoy memperingati Global Handwashing Day (Foto: detikcom)

Lifebuoy turut mengajak seluruh masyakarat Indonesia mengambil tindakan nyata dalam membebaskan diri dari kuman penyebab infeksi. Oleh karena itu, Lifebuoy menggandeng para mitra di tiga pilar utamanya, yaitu rumah sakit, sekolah, dan ibu atau keluarga beserta segenap masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mengedepankan pentingnya CTPS agar bebas kuman penyakit.

Dengan demikian, masyarakat dapat ikut memberikan aksi nyata untuk mendukung pencapaian SDGs melalui kebiasaan CTPS setiap harinya. Bukti komitmen Lifebuoy tersebut ditunjukkan melalui edukasi gerakan CTPS di beberapa sekolah dasar, rumah sakit, dan para ibu di seluruh Indonesia.

Seperti yang dilakukan hari ini, Senin (15/10/2018), Lifebuoy mengadakan edukasi CTPS di SDN Rawa Barat 05, Jakarta Selatan. Kegiatan ini diawali dengan opening speech dari Head Of Marketing Skin Cleansing and Baby Care Unilever Indonesia, Arya Bahupringga.

Arya mengatakan demi membangun Indonesia yang lebih baik mealui SDGs, Lifebuoy ingin menjadi mitra pemerintah dalam upaya menjadikan kehidupan masyarakat Indonesia lebih sehat dan sejahtera.

"Oleh karena itu, kami secara konsisten mendukung Kementerian Kesehatan RI dalam mensosialisasikan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama melalui edukasi kebiasaan CTPS secara lebih luas. Dengan kolaborasi ini, terciptalah sebuah gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perilaku hidup bersih dan sehat," ujar Arya.

CTPS, lanjut Arya, merupakan kebiasaan yang mampu secara efektif memutus mata rantai penyebaran infeksi yang disebabkan oleh kuman. Bahkan CPTS terbukti mampu menekan angka kematian yang disebabkan oleh bakteri secara signifikan.

Lifebuoy Galakkan Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah DasarDokcil memberikan edukasi cara mencuci tangan yang benar menggunakan lagu dan menari (Foto: detikcom)

Memasuki acara utama, para siswa diberikan edukasi enam langkah cuci tangan menggunakan sabun dengan baik oleh Dokter Cilik (Dokcil). Para Dokcil ini memberikan peragaan mencuci dengan sabun sambil menari dan bernyanyi.

Setelah itu, para Dokcil dan tamu undangan beserta brand ambassador Lifebuoy melakukan pledging di tempat yang sudah disiapkan. Mereka bersama-sama meletakkan tangan di baki cat dan menempelkan tangan ke pledging board. Selesai melakukan pledging, mereka ke tempat cuci tangan dan melakukan CTPS bersama-sama.

Di setiap tempat cuci tangan terdapat petunjuk arahan bagaimana cara mencuci tangan dengan baik dan benar. Setelahnya, para siswa-siswa juga melakukan pledging dan mencuci tangan bersama. Dibantu oleh komunitas relawan terbesar di Indonesia, mereka diajak untuk mencuci tangan menggunakan sabun Lifebuoy dan air mengalir serta mengeringkannya dengan lap atau tisu.

Lifebuoy Galakkan Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah DasarJaringan komunitas relawan sedang membantu para siswa dalam mencuci tangan pakai sabun dengan benar (Foto: detikcom)

Lifebuoy juga merangkul jaringan komunitas relawan terbesar di Indonesia (Indorelawan.org) untuk ikut memberikan edukasi di 16 sekolah dasar. Di tiap sekolah, sebanyak 20-30 relawan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Acara dilanjutkan dengan beberapa hiburan sekaligus edukasi lainnya yang diberikan untuk para siswa. Meliputi dongeng tentang menjaga kebersihan tangan melalui cuci tangan menggunakan sabun. Ada juga kuis edukasi dan hiburan musik untuk para siswa SDN Rawa Barat 05, Jakarta Selatan.

Dalam memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia, Lifebuoy juga meluncurkan kemasan edisi khusus selama bulan Oktober hingga Desember 2018 sebagai simbol gerakan 'Gabung Aksi Indonesia Merdeka dari Kuman'. Setiap pembelian sabun Lifebuoy, Rp 3.000 akan didonasikan untuk membantu edukasi dan perbaikan sarana CTPS di banyak sekolah dasar yang memiliki keterbatasan akses edukasi maupun fasilitas CTPS memadai.

Melalui cara ini, masyarakat tidak hanya dapat melindungi kesehatan keluarga, tapi juga melindungi lebih banyak anak Indonesia dari bahaya kuman penyebab infeksi. Melalui #GabungAksiCuciTangan, Lifebuoy mengajak seluruh masyarakat Indonesia bergabung dalam gerakan ini untuk Indonesia yang lebih sehat, sejahtera, dan merdeka dari kuman penyebab infeksi.

(adv/adv)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads