Minggu, 21 Okt 2018 00:00 WIB

Waspada, Bahaya Osteoporosis Mengintai Anda

Advertorial - detikHealth
Foto: Shutterstock
Jakarta - Osteoporosis ditandai dengan penurunan kepadatan tulang sehingga tulang menjadi keropos, rapuh, dan lebih rentan untuk mengalami patah tulang. Osteoporosis merupakan silent disease yang tidak menimbulkan gejala sehingga seringkali tidak disadari oleh penderita bahwa tulangnya sudah melemah hingga terjadi patah tulang. Bahkan bisa mengakibatkan kelumpuhan hingga kematian.

International Osteoporosis Foundation (IOF) memperkirakan osteoporosis di Indonesia meningkat menjadi 288 juta pada tahun 2050 pada populasi berusia di atas 60 tahun. Menurut penelitian IOF, 1 dari 4 perempuan Indonesia berusia 50-80 tahun berisiko terkena osteoporosis dengan risiko pada perempuan empat kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki, terutama pada wanita pasca-menopause. Sedangkan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) memaparkan 90% wanita mengalami osteopenia dan 32,3% osteoporosis.

Puncak kepadatan tulang pada wanita terjadi sekitar usia 30 tahun, yang kemudian cenderung menurun sebanyak 1% per tahun hingga masa menopause. Kurangnya olahraga, kurangnya asupan kalsium dan vitamin D, merokok, serta minuman alkohol atau berkafein dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis.

Sekitar 1 dari 2 wanita dan 1 dari 4 pria berusia lebih dari 50 tahun akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis, yang sering terjadi pada tulang belakang, tulang panggul, dan pergelangan tangan. Pada osteoporosis, tulang dapat patah meskipun hanya melakukan gerakan aktivitas sehari-hari seperti mengangkat barang belanjaan.

Meskipun semua patah tulang osteoporosis dapat berbahaya, tapi patah tulang pada tulang belakang dan tulang panggul yang lebih berbahaya karena sering menyebabkan nyeri jangka panjang dan kelumpuhan. Patah tulang belakang karena osteoporosis dapat menyebabkan tulang memendek dan membungkuk ke depan serta menimbulkan rasa nyeri.

Sedangkan patah tulang panggul pada orang usia lanjut kebanyakan memerlukan operasi penggantian panggul. Setelah operasi, mereka memerlukan alat bantu berjalan selama berbulan-bulan. Bahkan hampir separuh dari mereka memerlukan tongkat atau alat bantu jalan selama hidup mereka.

Patah tulang panggul juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk hidup mandiri. Dalam setahun, 33% pasien bergantung pada orang lain atau memerlukan perawatan di panti jompo dan hingga 24% pasien meninggal.

Bahaya osteoporosis memang nyata, tetapi risiko tersebut tidak menjadi nyata untuk setiap orang. Anda bisa mengambil langkah untuk meminimalkan bahaya osteoporosis. Salah satu caranya dengan berusaha menghindari jatuh. Misalnya dengan menjaga agar tidak ada benda berserakan di rumah, menggunakan pencahayaan yang baik, dan berpegangan saat di kamar mandi.

Selain itu, penting untuk selalu menjaga tulang agar tetap sehat, antara lain dengan berolah raga rutin dan mengkonsumsi makanan atau suplemen yang baik untuk tulang, yaitu yang cukup mengandung kalsium dan vitamin D. Penderita osteoporosis juga memerlukan obat untuk mengurangi penurunan kepadatan tulang lebih lanjut sehingga diharapakan dapat mencegah patah tulang.

Waspada, Bahaya Osteoporosis Mengintai AndaFoto: dok. Kalbe

Untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan kalsium, Anda dapat mengkonsumsi suplemen kalsium. Pemberian suplementasi kalsium harus di sertai dengan tambahan mineral lain untuk mendukung utilisasi optimal dari kalsium tersebut.

Osfit merupakan suplementasi kalsium yang tidak hanya dilengkapi oleh vitamin D3, tetapi juga disertai dengan boron, mangnesium, zinc, asam folat, chromium, vitamin B6 serta vitamin B12 untuk memberi manfaat maksimal bagi tulang. Osfit diproduksi oleh PT Kalbe Farma.Tbk dan telah dipasarkan lebih dari 10 tahun. (adv/adv)