Jumat, 26 Okt 2018 00:00 WIB

Penting! Ini Zat Gizi yang Harus Dipenuhi Pasien Stroke

Advertorial - detikHealth
Foto: Shutterstock Foto: Shutterstock
Jakarta -

Stroke merupakan penyebab kematian terbesar ketiga dan kecacatan permanen terbesar di Indonesia. Tercatat pada 2014, angka kematian yang disebabkan stroke di Indonesia mencapai 20% dari total kematian.

Tingkat keparahan serangan stroke sangat tergantung dengan kecepatan penanganan serangan yang dialami. Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional, dr. Mursyid Bustami, menjelaskan pasien yang terkena stroke wajib mendapatkan terapi dalam 4 jam pertama sejak terkena serangan.

"Ini merupakan golden period untuk mencegah semakin luasnya area otak yang mengalami kolaps hingga kematian sel. Dalam periode ini paling mungkin untuk meminimalisir tingkat keparahan serangan," ujar dr. Mursyid.

Setelah terkena serangan, penderita stroke akan mendapatkan terapi medis berupa operasi, obat-obatan hingga terapi fisioterapi untuk membantu pemulihan fungsi motorik atau bergeraknya. Modifikasi gaya hidup dan eliminasi faktor pemicu seperti rokok, minuman keras, hingga nutrisi juga berpengaruh pada pencegahan munculnya serangan stroke kedua.

Modifikasi diet atau nutrisi pada penderita stroke, erat kaitannya dengan perubahan kebutuhan dan metabolisme penderita setelah serangan stroke. Salah satu zat gizi yang kebutuhannya meningkat adalah protein.

Sebagai zat pembangun utama dalam tubuh, menurut anjuran European Society for Parenteral and Enteral Nutrition (ESPEN), pasien stroke membutuhkan setidaknya 1 - 1,2 gram protein per kilogram berat badannya perhari.

Artinya seorang penderita stroke dengan berat badan 70 kg membutuhkan minimal 70 gram protein dari total asupan hariannya. Kebutuhan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata orang normal yang hanya sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badannya.

"Peningkatan protein ini dibutuhkan untuk menggantikan protein otot yang dipecah karena adanya stres metabolis atau peningkatan metabolism akibat penyumbatan aliran darah di otak (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Protein juga untuk membantu regenerasi sel dan menjaga massa otot sehingga kemampuan bergerak lebih cepat pulih," jelas salah satu dokter di PT. Kalbe Farma, Tbk dr. Laurencia Ardi.

Selain protein, zat gizi lain yang juga perlu ditambahkan dalam diet penderita stroke adalah fosfolipid.

"Fosfolipid adalah sejenis lemak yang banyak terdapat di membrane sel saraf. Ada beberapa jenis fosfolipid, yang paling banyak adalah phosphatidylserine dan phosphatidylcholine. Membran sel adalah bagian sel otak terlua sehingga berperan melindungi sel, sekaligus tempat penghantaran pesan antar sel otak. Nah fungsi ini banyak kaitannya dengan kemampuan kognitif seperti berkonsentrasi, mengingat, dan berbicara yang juga cenderung menurun pada pasien stroke," tambah dr. Lauren.

Penting! Ini Zat Gizi yang Harus Dipenuhi Pasien StrokeFoto: dok. Kalbe

Untuk membantu keluarga dalam memenuhi nutrisi yang tepat bagi pasien stroke, PT. Kalbe Farma, Tbk juga mengeluarkan produk nutrisi terbarunya, yaitu Peptibren. Kandungan protein dalam segelas Peptibren dua kali lipat protein dari susu sapi segar, yaitu 15 gram setiap gelasnya.

Peptibren juga nutrisi pertama di Indonesia yang diformulasi lengkap dengan kolin, fosfatidilserin, dan uridine monophosphate sebagai bagian maupun bahan baku penyusun fosfolipid. Maka segelas Peptibren memberi manfaat baik dari sisi kognitif maupun motorik penderita stroke.

Produk Peptibren bisa Anda dapatkan di Tokopedia.

(adv/adv)