Kamis, 24 Jan 2019 00:00 WIB

Tahukah Anda Diabetes Dapat Menyebabkan Kebutaan?

Advertorial - detikHealth
(Foto: Shutterstock)
Jakarta - Bayangkan jika Anda kehilangan penglihatan sesaat? Anda tidak bisa melihat senyuman di wajah keluarga Anda. Anda tidak bisa lagi menyetir. Anda mungkin juga kehilangan mata pencaharian. Apa jadinya juga liburan tanpa bisa melihat? Inilah ancaman yang bisa dialami 7 persen orang Indonesia karena penyakit diabetes (berdasarkan data WHO tahun 2016).

Diabetes merupakan penyakit kronis dengan kadar gula (glukosa) yang sangat tinggi di dalam darah. Pada 2016, WHO melaporkan bahwa diabetes adalah penyebab kematian nomor 6 di Indonesia.

Sementara berdasarkan Diabetes News Journal, kadar gula darah tinggi dapat mempengaruhi kontraksi dan mempersempit atau mengeraskan pembuluh darah, menyebabkan tekanan darah meningkat, hingga akhirnya merusak pembuluh darah.

Oleh karena itu, jika kadar glukosa darah Anda tetap tinggi dalam jangka waktu lama, maka dapat merusak pembuluh darah kecil di retina yang merupakan lapisan peka cahaya di bagian belakang mata.

Pembuluh darah ini bisa membengkak dan bocor hingga menyebabkan penglihatan kabur atau floaters (bercak hitam di mata). Kondisi ini disebut retinopati diabetik.

Pembuluh darah yang terkena bisa menutup, menghentikan aliran darah, dan terkadang pembuluh darah baru yang abnormal tumbuh di retina. Pembuluh darah abnormal ini dapat membocorkan darah ke bagian belakang mata dan menghalangi penglihatan Anda.

Gejala retinopati diabetik meliputi hal berikut ini.

• Melihat bintik-bintik atau floaters

• Penglihatan kabur

• Ada titik gelap atau kosong di tengah penglihatan

• Kesulitan melihat dengan baik pada malam hari.

Retinopati diabetik merupakan komplikasi diabetes serius yang mengancam penglihatan. Semakin lama seseorang menderita diabetes, semakin besar kemungkinan untuk menderita retinopati diabetik. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan.

Sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan di Yogyakarta dan diterbitkan di American Journal of Ophthalmology mengungkapkan tingginya prevalensi retinopati diabetik yang mencapai 43,1% pada populasi Indonesia dengan diabetes tipe 2. Sekitar 1 dari 4 orang dewasa dengan diabetes memiliki retinopati diabetik yang mengancam penglihatan atau Vision Threatening Diabetic Retinopathy (VTDR) dan 1 dari 12 orang dengan VTDR mengalami buta menyeluruh.

Retinopati diabetik sering kali tidak disadari sampai gangguan penglihatan terjadi sehingga penderita diabetes harus menjalani pemeriksaan mata setidaknya sekali dalam setahun. Deteksi dini dan perawatan yang tepat dapat mencegah gangguan penglihatan.

Jika Anda menderita diabetes, sebaiknya melakukan hal yang bisa mencegah atau memperlambat perkembangan retinopati diabetik. Berikut caranya.

• Minum obat yang diresepkan

• Menjalani diet sehat

• Olahraga secara teratur

• Mengontrol tekanan darah tinggi

• Menghindari alkohol dan rokok.

Selain obat-obatan, produk alami seperti ginkgo biloba dapat digunakan dalam bentuk suplemen makanan untuk mencegah retinopati diabetik. Ginkgo biloba telah umum digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai masalah kesehatan seperti kelelahan, sakit kepala, mati rasa, asma, gangguan peredaran darah, diabetes, dan vertigo. Kandungan kimia dalam ginkgo biloba yang sering digunakan untuk pengobatan umum antara lain flavone glycosides dan terpene lactones.

Studi menunjukkan bahwa retinopati diabetik adalah kondisi kompleks saat semakin buruknya peradangan dan stres oktidatif dalam suatu penyakit patogenesis. Sifat antioksidan, neuroprotektif, dan peningkatan aliran darah dari kandungan ginkgo biloba berfungsi untuk mencegah terjadinya retinopati diabetik.

Selain itu, studi dari Journal of Diabetes Research Italia menunjukkan bahwa perkembangan retinopati diabetik dapat dikikis dengan asupan ekstrak ginkgo biloba. Sementara penelitian dari Clinical Nutrition menunjukkan bahwa ekstrak ginkgo biloba dapat secara efektif meningkatkan laju aliran darah kapiler retina pada pasien diabetes tipe 2 dengan retinopati setelah meminumnya selama tiga bulan.

Ekstrak ginkgo biloba dapat ditemukan secara praktis dalam Thomson Activated Ginkgo Extract. Dilengkapi teknologi aktivasi yang dipatenkan di Jepang, Thomson Activated Ginkgo Extract bisa meningkatkan penyerapan bahan-bahan aktif.

Tak perlu khawatir, Thomson Activated Ginkgo Extract aman dikonsumsi karena bebas pestisida, pewarna, pengawet, ragi, dan gula. Anda bisa mendapatkan Thomson Activated Ginkgo Extract di Century, Gogobli, BukaLapak, apotek, dan toko obat atau membelinya di sini.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Thomson Activated Ginkgo Extract, klik di sini.

Referensi:

1. https://diabetesnewsjournal.com

2. Bucolo C, Marrazzo G, Platania CBM, Drago F, Leggio GM & Salomone S. (2013). Fortified Extract of Red Berry, Ginkgo biloba, and White Willow Bark in Experimental Early Diabetic Retinopathy. Journal of Diabetes Research. 2013(12): 432695.

3. Huang SY, Jeng C, Kao SC, Yu JJH & Liu DZ. (2004). Improved haemorrheological properties by Ginkgo biloba extract (Egb 761) in type 2 diabetes mellitus complicated with retinopathy. Clinical Nutrition. 23(4): 615-621.

4. Sasongko MB, Widyaputri F, Agni AN, Wardhana FS, Kotha S, Gupta P, Widayanti TW, Haryanto S, Widyaningrum R, Wong TY, Kawasaki R & Wang JJ. (2017). Prevalence of Diabetic Retinopathy and Blindness in Indonesian Adults With Type 2 Diabetes. American Journal of Ophthalmology. 181: 79-87.

5. World Health Organization - Diabetes country profiles, 2016.

Artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Setiap transaksi yang terjadi atas pengiriman barang dan kualitas produk bukan tanggung jawab detikcom. (adv/adv)