Langkah Tepat Atasi Malnutrisi pada Kanker Kolorektal

Langkah Tepat Atasi Malnutrisi pada Kanker Kolorektal

Advertorial - detikHealth
Sabtu, 18 Mei 2019 00:00 WIB
Langkah Tepat Atasi Malnutrisi pada Kanker Kolorektal
Kanker kolorektal (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Kanker kolorektal adalah suatu keganasan yang mengenai kolon atau rektum, sering juga disebut dengan nama kanker kolon atau kanker rektum. Kedua jenis kanker ini sering dikelompokkan dalam jenis kanker yang sama karena keduanya memiliki banyak kesamaan.

Kolon dan rektum merupakan bagian dari sistem pencernaan, secara anatomi berada pada posisi paling bawah. Di dalam kolon, selain terjadi pembentukan sisa makanan yang akan menjadi feses, juga terjadi penyerapan air dan beberapa jenis vitamin serta mineral tertentu.

Rektum merupakan tempat transisi dari feses sebelum akhirnya dikeluarkan dari tubuh melalui anus lewat proses defekasi (buang air besar). Kanker kolorektal seringkali dimulai dari tumbuhnya polip (menyerupai sariawan). Jenis polip yang biasanya berkembang menjadi keganasan adalah polip tipe adenomatosa.

Langkah Tepat Atasi Malnutrisi pada Kanker KolorektalPolip dan kanker kolon (Foto: dok. Kalbe)

Dari data dunia pada 2012, kanker kolorektal adalah kanker ketiga yang paling umum terjadi pada pria, yakni sekitar 746.000 kasus (10% dari total semua kasus kanker) didiagnosis pada tahun 2012 (tahun terbaru yang datanya tersedia), dan yang kedua paling umum terjadi pada wanita (614.000 kasus, 9% dari total semua kasus kanker).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kanker kolorektal tahunan adalah penyebab sekitar 694.000 kematian (9% dari semua kematian akibat kanker) di seluruh dunia. Angka kematian akibat kanker kolorektal paling tinggi terjadi pada negara-negara maju.

Beberapa faktor yang memiliki korelasi yang kuat dengan kejadian kanker kolorektal antara lain konsumsi daging merah, daging olahan, minuman beralkohol (2 gelas atau lebih), dan kegemukan/obesitas.

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa kanker memiliki dampak fisik dan fisiologis, terutama dalam masalah status gizi. Malnutrisi (gizi kurang) terkait kanker memiliki kejadian yang tinggi, memengaruhi hingga 85% dari pasien dengan penyebab yang beragam seperti efek langsung dari tumor maupun sebagai efek sekunder dari terapi kanker.

Kanker kolorektal menjadi jenis kanker yang menunjukkan kejadian kekurangan gizi yang tinggi, adapun 30% hingga 60% dari pasien kolorektal mengalami malnutrisi. Malnutrisi yang terjadi dapat menyebabkan perawatan di rumah sakit menjadi lebih panjang, mengurangi respons terhadap terapi, meningkatkan komplikasi terhadap terapi dan biaya perawatan, serta menurunkan angka survival pasien.

Dengan mengetahui berbagai konsekuensi malnutrisi tersebut, maka penanganan aspek nutrisi menjadi bagian yang penting dalam terapi pasien kanker kolorektal.

Langkah Tepat Atasi Malnutrisi pada Kanker KolorektalKahexia pada pasien kanker (Foto: dok. Kalbe)

Kebutuhan nutrisi penderita kanker sangat individual, tergantung jenis dan stadium kankernya. Namun secara umum kebutuhan energi dan protein pasien kanker, termasuk pasien kanker kolorektal lebih tinggi dibandingkan orang sehat.

Pemenuhan kebutuhan energi dan protein bertujuan mencegah terjadinya kondisi kaheksia kanker yang menyebabkan hilangnya berat badan dan massa otot pasien secara drastis.

Dalam memilih jenis makanan, sebaiknya mengonsumsi makanan yang tinggi energi dan protein, hindari makanan dengan kalori kosong seperti soda karena hanya akan membuat kenyang tetapi tidak memberikan energi.

Upayakan makan saat selera makan baik, makanan dapat disajikan dalam porsi kecil, tetapi dikonsumsi dengan frekuensi yang lebih sering. Makan dengan porsi besar akan membuat terlalu kenyang, sehingga pasien dapat melewati jadwal makan berikutnya.

Untuk menghindari mual, pilihlah jenis makanan yang tidak berbau tajam dan merangsang, terlalu panas atau dingin. Selain itu diperlukan juga kreativitas menyajikan makanan agar pasien tidak bosan.

Apabila kebutuhan nutrisi tidak dapat terpenuhi melalui menu diet sehari-hari, maka dapat dibantu dengan suplemen makanan, misalnya susu. Saat ini terdapat susu dengan formula khusus yang kandungan nutrisinya disesuaikan dengan kebutuhan gizi pasien kanker.

Langkah Tepat Atasi Malnutrisi pada Kanker KolorektalNutrican (Foto: dok. Kalbe)

Menurut Febrian Kalalo dari produk manajemen, bahwa PT Kalbe Farma, Tbk divisi onkologi juga mempunyai makanan cair yang tinggi kalori, tinggi protein, dan mengandung nutrisi khusus (omega-3, BCAA, dan prebiotik) yang bernama Nutrican. Nutrican ini dapat diberikan pada pasien kanker, baik sebelum, saat, atau setelah menjalani terapi. untuk info lebih lanjut kunjung website kami (https://sahabatkecc.com/product/nutrican/)

(adv/adv)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads