Selasa, 27 Agu 2019 00:00 WIB

Jangan Tunggu Sakit untuk Medical Check Up

Advertorial - detikHealth
Medical check up (Foto: Shutterstock) Medical check up (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Selama ini, medical check up lebih identik dengan orang dewasa dan mereka yang sudah lanjut usia (lansia). Padahal pemeriksaan kesehatan merupakan kebutuhan dasar setiap tahapan usia, mulai dari bayi hingga lansia. Pasalnya, tiap kelompok usia memiliki risiko penyakit masing-masing. Jenis tes kesehatan untuk setiap tahapan usia pun berbeda sesuai risiko penyakit yang dimiliki.

Misalnya bayi yang baru lahir perlu menjalani beberapa jenis pemeriksaan untuk kesehatan fisik dan organnya. Contohnya, penilaian skor Apgar untuk melihat warna kulit, pernapasan, refleks, kekuatan otot, dan denyut nadi. Ketika bayi sudah berusia tiga hingga lima hari, mereka mulai dianjurkan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengecek status kesehatan.

Pemeriksaan untuk bayi berusia 3-5 hari umumnya bertujuan mendeteksi kemungkinan terdapat kelainan bawaan, misalnya berkurangnya produksi hormon hipotiroid dan kekurangan enzim G6PD yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya kelak. Sementara itu, untuk bayi hingga usia satu tahun disarankan melakukan medical check up dalam bentuk tes hematologi rutin. Pemeriksaan ini dibutuhkan karena pada usia tersebut, anak kerap terserang anemia yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya.

Tes hematologi rutin juga dianjurkan untuk anak usia satu sampai tiga tahun. Namun tak cukup satu jenis pemeriksaan saja, anak di kelompok usia ini sebaiknya juga melakukan pemeriksaan urine rutin untuk mendeteksi infeksi saluran kemih. Adapun pemeriksaan kesehatan yang dianjurkan untuk anak prasekolah usia 3-5 tahun diarahkan pada status nutrisinya. Sebab, anak pada usia tersebut sangat berisiko terjangkit diare dan pneumonia (paru-paru basah). Hal ini terbukti dari cukup banyaknya kasus kematian anak akibat kedua penyakit itu.

Berlanjut ke usia sekolah, jenis pemeriksaan yang dianjurkan pun berbeda lagi. Mereka sudah perlu mendapat pengecekan kondisi saluran cerna. Tak hanya itu, akan ditambahkan pula pemeriksaan profil lipid atau lemak jika dibutuhkan. Sementara itu, pemeriksaan laboratorium untuk remaja usia 12-18 tahun mulai diarahkan pada deteksi diabetes mellitus dan hipertensi.

Usia Muda hingga Lansia

Jangan Tunggu Sakit untuk Medical Check UpMedical check up (Foto: Shutterstock)

Kebutuhan menjalani medical check-up secara berkala menjadi semakin penting ketika memasuki usia muda, yakni 18-30 tahun. Terlebih lagi, mengingat kian banyak orang muda yang menerapkan gaya hidup kurang sehat.

Tak hanya itu, anak muda, khususnya yang tinggal di perkotaan sering kali menerapkan gaya hidup serba instan, kurang gerak, penuh persaingan, stres, dan sibuk. Lebih bahaya lagi, umumnya mereka tidak menyadari kalau memiliki riwayat keluarga yang dapat meningkatkan risiko terkena suatu penyakit. Akibatnya, banyak anak muda yang mendadak terserang penyakit kronis.

Menurut data WHO pada 2013, lebih dari 2,6 juta generasi muda usia 10-24 tahun di dunia meninggal setiap tahun. Sebagian besar kematian disebabkan penyakit seperti HIV dan masalah sistem pernapasan. Karena itu, melakukan tes kesehatan seperti medical check up di laboratorium klinik menjadi tindakan awal pencegahan yang penting dilakukan.

Merambah usia dewasa atau 30 tahun ke atas, umumnya seseorang masih produktif, tetapi risiko terkena penyakit juga semakin tinggi. Melalui pemeriksaan laboratorium, orang dapat mengecek kelainan darah dan infeksi, kondisi ginjal, saluran pencernaan, hati dan saluran empedu, potensi diabetes mellitus, serta metabolisme lemak dalam tubuh.

Saat memasuki tahapan usia lanjut, sekitar 55 tahun ke atas, medical check up menjadi sebuah kewajiban apabila ingin memiliki masa tua yang sehat. Melalui pemeriksaan kesehatan, orang berusia lanjut dapat mendeteksi penyakit degeneratif-penyakit yang menyertai proses penuaan sejak dini. Masalah kesehatan yang kerap dialami lansia antara lain kelainan darah, infeksi saluran cerna, gangguan fungsi hati dan ginjal, penyakit kardiovaskular, dan gangguan fungsi tiroid.

Sebagai laboratorium klinik terlengkap dengan jejaring layanan terluas di Indonesia, Laboratorium Klinik Prodia telah memiliki specialty clinics yang memberikan layanan kesehatan khusus untuk berbagai tahapan usia.

Adapun layanan yang dihadirkan antara lain Prodia Children's Health Centre (PCHC) khusus bayi hingga remaja, Prodia Women's Health Centre (PWHC) khusus wanita, Prodia Senior Health Centre (PSHC) khusus senior atau lanjut usia dan Prodia Health Centre (PHC) untuk one stop wellness services.

Jika sudah rutin memeriksakan kesehatan sejak awal, maka risiko terkena penyakit kronis pun dapat dihindari. Jadi, jangan menunggu sakit untuk mulai melakukan medical check up. Faktanya, tidak merasakan sakit belum tentu sehat. Periksakan menyeluruh kondisi kesehatan Anda beserta keluarga dengan rutin melakukan medical check up.

(adv/adv)