Rabu, 22 Jan 2020 00:00 WIB

Waspada! Ini Penyakit yang Bisa Timbul pada Warga di Daerah Banjir

Advertorial - detikHealth
Foto: shutterstock
Jakarta -

Beberapa waktu lalu di awal tahun 2020, banjir melanda sejumlah tempat di Jakarta dan sekitarnya. Warga yang menjadi korban banjir pun diingatkan agar berhati-hati, karena berbagai penyakit bisa timbul akibat banjir.

Banjir memungkinkan bercampurnya air bersih dan air kotor, dan sampah berserakan yang tak terkendali. Sehingga sangat rawan terhadap penyakit. Berikut beberapa penyakit yang mengancam di daerah banjir:

1. Penyakit Diare

Penyakit Diare sangat erat kaitannya dengan kebersihan individu (personal hygiene). Pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi maka potensi banjir meningkat. Pada saat banjir, maka sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan banyak ikut tercemar.

Di samping itu pada saat banjir biasanya akan terjadi pengungsian di mana fasilitas dan sarana serba terbatas termasuk ketersediaan air bersih. Itu semua menjadi potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat.

2. Penyakit Demam Berdarah

Pada saat musim hujan, biasanya akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah. Hal ini dikarenakan pada saat musim hujan banyak sampah misalnya kaleng bekas, ban bekas serta tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan untuk beberapa waktu.

Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat. Untuk itu diharapkan masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3 M yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.

3. Penyakit Leptospirosis

Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis, karena ditularkan melalui hewan atau binatang. Di Indonesia hewan penular terutama adalah tikus melalui kotoran dan air kencingnya. Pada musim hujan terutama saat terjadi banjir, maka tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri.

Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia di mana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut. Seseorang yang ada luka, kemudian bermain atau terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran atau kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut berpotensi dapat terinfeksi dan akan jatuh sakit. Oleh karena itu untuk menghindari timbulnya penyakit leptospirosis dengan selalu menjaga kebersihan dan menghindari bermain air saat terjadi banjir, terutama bila ada luka.

4. ISPA-Infeksi Saluran Pernapasan Akut

Penyebab ISPA dapat berupa bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, kalau berat dapat mungkin disertai sesak napas, nyeri dada.

5. Penyakit Kulit

Infeksi terjadi akibat paparan secara langsung antara permukaan kulit dengan air banjir yang terkontaminasi bakteri. Umumnya, infeksi menular melalui luka terbuka pada permukaan kulit.

Selain penyakit baru yang timbul, kondisi banjir juga bisa membuat perburukan penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita. Hal ini terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan, dan apalagi bila banjir berhari-hari.

Karenanya, saat musim penghujan ini masyarakat sebaiknya melakukan pencegahan semaksimal mungkin. Seperti menjauhkan anak dari aktivitas bermain di dalam air, tidak merendam kaki dalam air banjir hingga hindari luka terbuka yang berpotensi jadi akses masuknya kuman.

Tak lupa juga soal konsumsi makanan dan minuman yang higienis. Perbanyak konsumsi air mineral untuk menjaga asam lambung tetap seimbang dan hindari konsumsi makanan pedas. Dan, selalu mencuci tangan dengan sabun antiseptik sebelum dan sesudah makan.

Selain itu, lengkapi pula diri Anda dan keluarga dengan perlindungan asuransi kesehatan yang memberikan manfaat penggantian biaya rumah sakit jika ada anggota keluarga yang dirawat akibat banjir. Manfaat yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi memungkinkan Anda untuk menghadapi banjir dengan tenang, sehingga Anda bisa fokus menolong keluarga tercinta.

Salah satu penyedia asuransi terpercaya, Allianz Utama Indonesia terus berkomitmen melindungi para pemegang polis dalam berbagai situasi, termasuk saat bencana terjadi.

Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia, Peter van Zyl mengatakan pihaknya hadir dengan beragam perlindungan dan layanan untuk memberikan ketenangan (peace of mind) bagi masyarakat, serta mengurangi dampak finansial yang timbul dari bencana alam yang terjadi. Perlindungan yang disediakan Allianz Utama Indonesia ini meliputi tak hanya tersedia untuk nasabah, tetapi juga untuk keluarga nasabah dan aset berharga.

"Kami berkomitmen untuk terus melindungi keluarga serta aset berharga milik nasabah. Kami juga berharap agar beragam layanan dan fasilitas yang kami sediakan dapat mempermudah nasabah dalam melindungi keluarganya dan aset berharga miliknya. Layanan dan fasilitas yang kami sediakan mencakup bantuan untuk proses evakuasi keluarga dan barang berharga, seperti evakuasi mobil saat bencana banjir, hingga saat proses restorasi aset berharga pasca terjadinya bencana," ujar Peter.

(adv/adv)