Maraknya penyebaran Covid-19 membuat pemerintah semakin menegaskan anjuran physical distancing dan karantina di rumah. Imbauan untuk menjaga daya tahan tubuh pun juga terus dianjurkan.
Makanan hingga buah-buahan yang mengandung vitamin C menjadi semakin sering dikonsumsi banyak orang. Bahkan, saking takutnya terinfeksi virus Corona, banyak yang mengonsumsi vitamin C hingga melebihi dosis harian. Padahal, mengonsumsi vitamin C berlebih malah bisa bikin perut perih, bahkan juga mengganggu pencernaan lainnya.
Di tengah perihnya pandemik Corona, jangan sampai perut kamu juga ikutan perih gara-gara terlalu banyak mengonsumsi vitamin C. Bahkan, perih karena asam lambung bisa lebih perih daripada ditinggal dia. Dilansir dari Healthline1, selain bisa bikin perih lambung, terlalu sering mengonsumsi vitamin C ternyata bisa menimbulkan risiko pada tubuh!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risiko penyakit jantung dan hati
Meskipun bisa meningkatkan daya tahan tubuh, ternyata vitamin C juga bisa meningkatkan penyerapan zat Besi. Saat kamu mengonsumsi 100 mg vitamin C, penyerapan zat besi di dalam tubuh meningkat 67%. Hal ini lama-lama bisa berdampak terhadap kerusakan pada jantung, hati, pankreas, tiroid, dan sistem saraf pusat.
Risiko batu ginjal
Saat kamu mengonsumsi terlalu banyak vitamin C, biasanya vitamin yang tidak terserap akan dikeluarkan otomatis dari tubuh sebagai oksalat melalui urine. Namun, ternyata oksalat bisa juga berikatan dengan mineral dan membentuk kristal yang dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal . Nah, saat kamu mengonsumsi vitamin C di atas dosis harian, jumlah oksalat dalam urine juga akan meningkat. Jadi, risiko pengembangan batu ginjal ikut meningkat.
Gangguan pencernaan
Efek samping yang paling umum dari mengonsumsi terlalu banyak vitamin C adalah muncul gangguan pencernaan seperti maag. Maag atau tukak lambung biasanya muncul kalau kamu dalam sehari mengonsumsi lebih dari 2.000 mg sekaligus.
Oleh karena itu, hindarilah mengonsumsi makanan yang tinggi akan vitamin C dalam jumlah berlebih. Melansir Everyday Health2, buah-buahan seperti kiwi, jeruk, jambu, dan stroberi tergolong buah yang kaya akan vitamin C. Sedangkan, untuk jenis sayuran paprika, brokoli, kale, dan sawi hijau juga termasuk mengandung vitamin C yang tinggi.
Mengonsumsi vitamin C di saat pandemi COVID-19 memang baik buat jaga daya tahan tubuh kamu. Tapi, jangan sampai kamu parno, lalu mengonsumsi vitamin C dengan dosis tinggi. Padahal, tiap harinya tubuh kamu cuma butuh 75 mg - 95 mg saja.
Terlalu banyak mengonsumsi asam vitamin C bisa bikin asam lambung kamu naik. Akibatnya, perut kamu bisa jadi perih melebihi perihnya di-ghosting-in gebetan. Kalau gebetan atau pacar kamu bisa ninggalin kamu pas lagi sayang-sayangnya, cuma #SobatPerih yang selau setia menemani kamu di saat perih-perihnya.
Meskipun nggak bisa obati perihnya hati kamu, #SobatPerih selalu siap sedia hadir buat obati perih lambung bahkan di tengah perihnya pandemi Corona. Dari pada pusing mikirin perihnya percintaan kamu, mending cek kesehatan lambung kamu di sini.
Jangan lupa juga buat share ke Twitter dan Instagram biar temen-temen kamu bisa ikutan cek kondisi lambung mereka. Khususnya buat mereka yang abis dibikin melambung sama si dia, tapi langsung dibikin asam lambung pas tahu ternyata dia mendua. Cukup hati aja yang merintih perih jangan sampai lambung juga ikutan perih.
__________________________
1Brianna Elliot, "Does To Much Vitamin C Cause Side Effects?", diakses dari https://www.healthline.com/nutrition/side-effects-of-too-much-vitamin-c
2Anna Brooks, "The Top Foods High in Vitamin C - and Why the Nutrient Is So Critical", diakses dari https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/top-foods-high-in-vitamin-c.aspx
(adv/adv)










































