Senin, 15 Nov 2021 00:00 WIB

Hijabers Rentan Kekurangan Vitamin D, Ini Cara Mencegahnya

Advertorial - detikHealth
adv Foto: Shutterstock
Jakarta - Vitamin D memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Salah satunya yaitu menjaga kesehatan tulang.

Vitamin D punya peranan vital dalam penyerapan zat kalsium serta fosfor di dalam darah. Sehingga kekurangan vitamin D membuat seseorang rentan mengalami sakit tulang, sakit punggung, dan nyeri otot.

Selain itu, kadar vitamin D yang rendah juga digadang-gadang menjadi penyebab rambut rontok pada wanita, seperti dikutip dari Healthline. Hal ini mengingat vitamin D berperan dalam menstimulasi pertumbuhan folikel rambut. Apabila wanita kekurangan vitamin D maka bisa menyebabkan kerontokan rambut.

Tidak hanya itu, saat kamu menjadi mudah stres dan berubah mood-nya bisa jadi pertanda kadar vitamin D dalam tubuh rendah. Sebab vitamin D memiliki kaitan erat dengan hormon serotonin yang mengatur suasana hati. Saat seseorang kurang vitamin D maka kadar serotoninnya menjadi rendah, sehingga mudah mengalami mood swing.

Vitamin D juga sangat dibutuhkan terutama di masa pandemi COVID-19. Hal ini karena vitamin D dapat menjaga daya tahan tubuh. Melansir Health, vitamin D berperan penting dalam sistem kekebalan untuk melawan ancaman bakteri dan virus. Meski saat ini kondisi pandemi sudah mulai terkendali, namun pastikan kebutuhan vitamin D harian tetap tercukupi.

Kendati demikian, ternyata ada kelompok orang yang rentan mengalami kekurangan vitamin D, termasuk di antaranya wanita berhijab. Pakaian yang menutupi seluruh badan disebut membuat penyerapan sinar matahari ke kulit tidak maksimal, yang memungkinkan terjadinya defisiensi vitamin D.

Seperti diketahui, sumber utama dari vitamin D adalah sinar matahari. Itulah mengapa vitamin D sering disebut sebagai 'the sunshine vitamin'. Mengutip Healthline sinar matahari mengandung sinar ultraviolet B (UVB). Saat UV B tersebut mengenai kulit maka kulit akan membentuk vitamin D3 (cholecalciferol) dalam jumlah besar.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal National Library of Medicine menunjukkan adanya kaitan antara gaya berpakaian dengan kekurangan vitamin D. Hasil studi menyebut wanita dengan hijab memiliki kecenderungan mengalami kekurangan vitamin D bahkan hingga 55%.

Sementara itu, peneliti di Denmark juga melakukan studi serupa terhadap 60 wanita Arab yang berhijab. Hasilnya partisipan memiliki kadar vitamin D yang sangat rendah. Meski begitu, defisiensi vitamin D bukan hanya faktor pakaian yang serba tertutup, melainkan juga karena kurangnya asupan vitamin D harian.

adv

Untuk itu, wanita berhijab disarankan lebih memperbanyak aktivitas di luar ruangan agar mendapat sinar matahari yang cukup. Di samping itu, penting juga memperhatikan asupan vitamin D. Caranya dengan menambah makanan yang tinggi akan kandungan vitamin D, selain itu juga mengonsumsi suplemen vitamin D tambahan.

Kamu nggak perlu khawatir karena sekarang ada Sakatonik D3-1000 sebagai suplemen vitamin D yang cepat, tepat dan praktis dikonsumsi. Sakatonik Activ D3-1000 memiliki dosis yang pas untuk harian karena mengandung vitamin D3 (Cholecalciferol) 1000 IU atau setara dengan 25 mcg Vitamin D3. Selain itu juga cepat terserap oleh tubuh, sehingga dapat memenuhi kebutuhan vitamin D harian.

Sakatonik D3-1000 dikemas dalam bentuk tablet kecil yang tidak lengkep, jadi mudah dikonsumsi dan gampang ditelan. Karena hidup sudah ribet, jangan ditambah ribet lagi. Pilih solusi cepat, praktis dan pas seperti Sakatonik D3-1000. Sakatonik D3-1000 bisa kamu dapatkan secara online melalui e-commerce maupun secara offline karena tersedia di apotek dan minimarket terdekat.

(adv/adv)