Rabu, 22 Des 2021 00:00 WIB

Pentingnya Rutin Medical Check Up Sejak Muda, Apa Saja?

Advertorial - detikHealth
adv mayapada Foto: Shutterstock
Jakarta - Tahun baru sudah di depan mata. Tahun baru harus menjadi momen untuk mulai menyusun resolusi baru untuk hidup lebih sehat di 2022.

Salah satunya dengan memeriksakan kesehatan lewat medical check up (MCU). Sayangnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya medical check up masih terbilang rendah. Tak sedikit menganggap medical check up hanya membuang waktu dan uang.

Padahal, medical check up sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk laki-laki tapi juga perempuan. dr. Edlyn Vania yang merupakan dokter umum MCU di Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyebut pemeriksaan rutin melalui MCU bisa mendeteksi mendeteksi penyakit sedini mungkin.

"Karena dari hasil medical check up kita nanti mengetahui kondisi medis keseluruhan. Selain itu juga bisa mendeteksi penyakit dalam tubuh. Apalagi ada beberapa penyakit yang mungkin tidak bergejala. Selain itu bisa untuk mengetahui risiko penyakit yang bisa terjadi ke depan," katanya.

dr. Edlyn menilai MCU bisa dilakukan bahkan sejak usia anak-anak. Namun yang lebih disarankan yaitu saat sudah menginjak usia kepala 2. Khusus untuk wanita, disarankan mulai melakukan pemeriksaan setelah memasuki usia produktif. Atau dalam kata lain sudah mengalami menstruasi dan terutama bagi mereka yang sudah aktif berhubungan seksual.

"Frekuensinya kami menyarankan setahun sekali," terang dr. Edlyn.

Lebih lanjut dia merinci sejumlah penyakit yang bisa dideteksi lewat pemeriksaan lengkap di medical check up.

1. Cek Risiko Hipertensi

Tekanan darah dapat meningkat dan menurun sewaktu-waktu. Untuk itu penting melakukan pemeriksaan tekanan darah agar mengetahui risiko hipertensi. Adapun untuk tekanan darah normal biasanya di bawah kisaran 140 mm Hg (sistolik) dan kurang dari 90 (diastolik) atau dibaca 140/90.

"Pertama kali itu kan ada pemeriksaan fisik. Kita check tekanan darah. Kalau tinggi nantinya akan ketahuan apakah ada hipertensi atau tidak," kata dr. Edlyn.

2. Cek Body Mass Composition

Indeks masa tubuh (IBM) perlu dijaga agar selalu dalam batas normal. Hal ini mengingat nilai IBM yang tidak normal dapat memicu berbagai penyakit. Seseorang yang terlalu gemuk, punya risiko lebih tinggi terhadap stroke, penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan lainnya. Sedangkan kondisi fisik yang terlalu kurus dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan mengakibatkan anemia.

"Lalu kita lihat berat badan, tinggi badan dan juga akan kami ukur indeks massa tubuh, kadar lemak, massa otot dan kadar air dalam tubuh kita menggunakan alat Body Mass Composition. Dari hal tersebut dapat disimpulkan apakah pasien masuk obesitas atau tidak," jelasnya.

3. Cek Risiko Diabetes

Tak pria, wanita juga perlu melakukan pemeriksaan lengkap satu ini. Pemeriksaan kadar gula darah penting setiap bulannya agar kita dapat mengetahui batasan kadar gula dalam tubuh. Apalagi mengingat diabetes menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, meski penyakit tersebut tidak menular.

"Kita lihat juga dari pemeriksaan gula, nanti bisa kita lihat dari hasil lab HBA1C-nya. Dari hasil lab tersebut kita menentukan apakah pasien mempunyai risiko diabetes," terang dr. Edlyn.

4. Deteksi Dini Kanker Serviks

Perempuan rentan mengalami kanker serviks sehingga perlu melakukan pemeriksaan agar bisa mendeteksi sejak dini. Salah satu pemeriksaan kesehatan yang dianjurkan adalah PAP SMEAR.

"Untuk spesifik perempuan, bisa pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis lanjutan. PAP SMEAR adalah pemeriksaan penunjang untuk mengetahui adanya kanker mulut rahim. Cukup efektif untuk mendeteksi kanker serviks," tuturnya.

5. Cegah Jantung Koroner

Serangan jantung sering datang tiba-tiba. Jika tak segera mendapat pertolongan yang tepat, penderitanya bisa saja meninggal. dr. R. Semuel W Manangka, SpRad selaku dokter radiologi MCU Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan serangan jantung bisa terjadi karena adanya penyumbatan jantung koroner.

Umumnya gejala jantung koroner baru bisa terlihat saat pasien berusia 30 atau 40 tahun. Adapun kelompok masyarakat yang rentan terkena adalah mereka yang memiliki penyakit berisiko, seperti diabetes dan kolesterol

"(Dengan medical check up) CT scan jantung kita bisa mengukur seberapa besar penyumbatannya. Karena saat penyumbatan masih di bawah 50% kadang pasien nggak aware. Kalau kita sudah pemeriksaan jantung, ada bukti seberapa besar penyempitan pembuluh darahnya," terangnya.

6. Deteksi Dini Kanker Payudara

dr. Semuel menyarankan para wanita untuk rutin melakukan breast check up. Tujuannya tidak lain supaya bisa mengetahui potensi terkena kanker payudara. Untuk pasien berusia di bawah 35 tahun bisa memilih pemeriksaan ultrasonografi (USG) dengan Automatic Breast Ultra Sound (ABUS). Sementara bagi yang sudah menginjak usia 35 tahun ke atas sebaiknya melakukan pemeriksaan mamografi.

"ABUS pada dasarnya adalah pemeriksaan menggunakan USG. Hanya saja dia lebar bisa sampai 15 cm. Jadi hampir seluruh payudara bisa ter-scan, kanan dan kiri. Standar nya masing-masing payudara 3 kali," jelasnya.

Dia menilai pemeriksaan ABUS lebih baik karena hasil diagnosa yang didapatkan lebih detail dan obyektif. Dikatakannya, hasil ABUS akan diobservasi langsung oleh dokter radiologi. Selanjutnya apabila ada kasus yang sulit maka para dokter akan bersama-sama melakukan analisa.

Itulah tadi manfaat medical check up. Mungkin ada yang berpikir, melakukan MCU setiap tahun akan memakan biaya besar. Tapi tentu akan lebih baik mencegah daripada mengobati bukan? Karena akan membutuhkan biaya yang lebih besar saat Anda atau keluarga terkena sakit.

Sebagai informasi, Mayapada Hospital Jakarta Selatan memiliki beberapa paket medical check up yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasien, mulai dari Basic, Silver, Gold, Sapphire hingga Diamond. Dalam paket Basic, Anda sudah bisa mendapatkan sejumlah pemeriksaan, seperti pemeriksaan fisik, radiologi (rontgen thorax), pemeriksaan laboratorium untuk darah, fungsi hati,fungsi ginjal, profil diabetes, profil lemak dan urine. Nantinya Anda juga akan dapat kesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter umum.

Sementara untuk paket Diamond sudah termasuk pemeriksaan penunjang dan radiologi yang lebih lengkap. Di samping itu, ada konsultasi dengan dokter spesialis, seperti dokter spesialis gizi, dokter spesialis THT, dokter spesialis jantung, dokter gigi dan dokter spesialis Sports Medicine.

Tidak hanya itu saja, tersedia juga Paket Premarital dan paket untuk Anak dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Paket Premarital ini diperuntukkan bagi pasangan yang ingin medical check up sebelum menikah. Sementara Paket Anak terbagi untuk anak yang berusia 4-11 tahun dan lebih dari 12 tahun. Bagi pasien yang tertarik mengikuti pemeriksaan medical check up bisa menghubungi hotline Mayapada Hospital 150770. Ext 1901. Selain itu bisa melalui WhatsApp di 081585237777. (adv/adv)